Nuzulut Fiana dan Dwota Oktaria│Pengaruh Kandungan Saponin dalam Daging Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah MAJORITY I Volume 5 I Nomor 4 I Oktober 2016 I 128 Pengaruh Kandungan Saponin dalam Daging Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Nuzulut Fiana 1 , Dwita Oktaria 2 1 Mahasiswa, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung 2 Bagian Ilmu Pendidikan Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung Abstrak Berdasarkan data dari International Diabetes Federation (IDF) , jumlah penderita diabetes di Indonesia telah mencapai 8.554.155 orang di tahun 2013. Hal ini menyebabkan Indonesia menjadi negara dengan populasi penderita diabetes terbanyak ke-7 di dunia, setelah China, India, Amerika Serikat, Brazil, Rusia, dan Meksiko. Insulin dan obat hipoglikemik oral (OHO) merupakan salah satu obat antidiabetes yang efektif, namun memiliki harga yang mahal. Oleh karena itu, diperlukan obat alternatif yang berpotensi untuk pengobatan diabetes yaitu buah mahkota dewa. Mahkota dewa, ( Phaleria macrocarpa) merupakan tanaman asli Indonesia yang berasal dari Papua. Buah mahkota dewa mengandung beberapa senyawa aktif yang memberikan manfaat bagi kesehatan antara lain alkaloid, saponin, flavonoid, polifenol dan tanin dengan kandungan terbanyak adalah saponin (20,4%). Mekanisme kerja saponin sebagai inhibitor enzim α-glukosidase yang menghambat pemecahan karbohidrat menjadi glukosa. Selain saponin, tanin dalam mahkota dewa juga memiliki peranan penting dalam mengurangi kadar glukosa darah. Tanin bersifat sebagai astringen yang dapat mempresipitasikan protein selaput lendir usus dan membentuk lapisan yang melindungi usus, sehingga menghambat penyerapan glukosa. Hal ini menyebabkan kadar glukosa dalam darah menurun karena terhambatnya proses glikolisis dan absorpsi glukosa. Beberapa penelitian pada hewan coba menunjukkan bahwa daging buah mahkota dewa dapat menurunkan kadar glukosa darah, namun sampai saat ini belum diperoleh informasi adanya uji klinik mahkota dewa yang dilakukan pada manusia. Disimpulkan bahwa daging buah mahkota dewa dapat menurunkan kadar glukosa darah. Kata kunci: hipoglikemi, kadar glukosa darah, mahkota dewa (Phaleria macrocarpa), saponin The Effect of Saponin in Mahkota Dewa Mesocarp Fruit (Phaleria macrocarpa) to Decrease Blood Glucose Levels Abstract Based on data from the International Diabetes Federation (IDF), the number of diabetic patients in Indonesia has reached 8,554,155 in 2013. These numbers make Indonesia as the 7 th country with the largest population of diabetic patients in the world, after China, India, USA, Brazil, Russia, and Mexico. Insulin and oral hypoglicemic drugs (OHDs) are some of effective antidiabetic drugs, but it’s expensive. Therefore, potential alternative drug for the treatment of diabetes is necessary to find, and that is Mahkota Dewa’s fruit. Mahkota Dewa, (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl) is an Indonesian native plant originated from Papua Island. It contains several active compounds that provide health benefits, they are alkaloids, saponins, flavonoids, polyphenols and tannins with the most content is saponin (20.4%). The mechanism of saponin action as the α-glucosidase enzyme inhibitor is to inhibits the breakdown of carbohydrates into glucose. Besides of saponin, tannin in mahkota dewa also has an important thing to decrease blood glucose levels. Tannins are astringent which can precipitate intestinal mucous membrane protein and form a layer that protects the intestine that inhibits the uptake glucose. It will decrease blood glucose levels with the inhibition of glycolysis and glucose absorption. Several studied in experimental animals showed that Mahkota Dewa’s fruit reduced the blood gl ucose levels. It was concluded that mahkota dewa mesocarp fruit can reduced blood glucose levels. Keywords: hypoglycemic,blood glucose levels, mahkota dewa (Phaleria macrocarpa), saponins Korespondensi : Nuzulut Fiana, alamat Jl. Untung Suropati Labuhan Ratu, Bandar Lampung, HP 081373962562, e-mail: nuzulut@gmail.com Pendahuluan Indonesia merupakan negara tropis yang kaya dengan berbagai jenis tanaman. Sebagian dari tanaman ini digunakan secara empiris untuk pencegahan dan pengobatan penyakit. Penggunaan obat yang berasal dari tanaman (obat herbal) di Indonesia terus mengalami peningkatan, ditandai dengan bertambah banyaknya industri jamu atau farmasi yang memproduksi obat herbal tersebut. Beberapa alasan yang mendorong semakin meningkatnya penggunaan obat herbal di Indonesia antara lain mudah didapat, harga lebih murah dibandingkan obat modern dan dipercaya berkhasiat. 1 Umumnya penggunaan obat herbal di masyarakat masih bersifat empirik sehingga sering menimbulkan keraguan tentang mutu,