IJMS Indonesian Journal on Medical Science Volume 10 No. 2 Juli 2023 136 ISSN 2623-0038 - ejournal.poltekkesbhaktimulia.ac.id Tingkat Pengetahuan Pasangan Usia Subur tentang Kontrasepsi di RW XI Desa Makamhaji Kecamatan Kartasura The Level Knowledge of Couples Childbearing Age about Contraception at RW XI The Village of Makamhaji Sub District Kartasura Yovita Dewi Septya Adi 1 , Retnowati Adiningsih 2 1 2 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional 2203072@student.stikesnas.ac.id 1 , retno.adiningsih@stikesnas.ac.id 2 DOI: https://doi.org/10.55181/ijms.v10i2.422 Abstract: In Indonesia, couples of childbearing age who use contraceptive methods continue to increase, reaching 61.4%. According to Pattypeilohy's (2018) survey in Kupang, 57 persons (or 57% of the population) had little to no understanding about contraception. Couples of reproductive age often choose not to utilize contraceptive techniques because they are unaware of its effectiveness and how it may affect their behavior, attitudes, motivation, and actions surrounding pregnancy. Each method has advantages and disadvantages. Many women find that using contraception is sometimes problematic and may be forced to choose an inappropriate method with harmful consequences or not use a method at all. This research sought to ascertain the amount of information that couples in RW XI Makamhaji Village, Kartasura District, had about contraception. The research tool for this study is a closed-ended questionnaire, which is part of a quantitative descriptive methodology. Couples in RW XI Makamhaji Village, Kartasura District, who were of reproductive age made up the sample for this research, which included 110 participants. According to the study's findings, 67 participants (60.9%) had high knowledge, 27 participants (24.5%), adequate knowledge, and 16 participants (14.5%), less understanding. Keywords: Contraception, Couples of Reproductive Age, Knowledge. Abstrak: Pasangan di Indonesia yang menggunakan teknik kontrasepsi telah meningkat dan sekarang mencapai 61,4% dari semua pasangan tersebut. Menurut survei Pattypeilohy (2018) di Kupang, 57 orang (atau 57% dari populasi) memiliki sedikit atau tidak ada pemahaman tentang kontrasepsi. Kurangnya kesadaran tentang kontrasepsi pada pasangan usia subur menyebabkan kegagalan penggunaan alat kontrasepsi karena mempengaruhi perilaku, sikap, motivasi, dan tindakan mereka tentang kehamilan. Setiap teknik memiliki kelebihan dan kekurangan. Banyak wanita percaya bahwa menggunakan perlindungan kadang-kadang dapat menimbulkan masalah, yang mungkin memaksa mereka untuk menggunakan metode kontrasepsi yang tidak sesuai dengan efek negatifnya atau sama sekali tidak menggunakannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa banyak informasi yang dimiliki pasangan di RW XI Kelurahan Makamhaji Kecamatan Kartasura tentang kontrasepsi. Alat penelitian untuk penelitian ini adalah kuesioner tertutup, yang merupakan bagian dari metodologi deskriptif kuantitatif. Pasangan suami istri di RW XI Desa Makamhaji Kecamatan Kartasura yang berusia subur menjadi sampel penelitian ini yang berjumlah 110 orang. Berdasarkan temuan penelitian, 67 partisipan (60,9%) memiliki pengetahuan tinggi, 27 partisipan (24,5%) pengetahuan cukup, dan 16 partisipan (14,5%) pengetahuan kurang. Kata Kunci: Kontrasepsi, Pasangan Usia Subur, Pengetahuan. PENDAHULUAN Mendidik masyarakat tentang kependudukan dan keluarga berencana adalah salah satu inisiatif yang digunakan Indonesia untuk mengatasi masalah kependudukan (KB). Keluarga Berencana (KB) merupakan inisiatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan keterlibatan masyarakat melalui pengendalian kelahiran, usia perkawinan (PUP), dan ketahanan keluarga sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga kecil yang sejahtera. Penggunaan alat pelindung diri bagi Pasangan Usia Subur (PUS) merupakan salah satu cara pengendalian jarak kelahiran. Banyak wanita dihadapkan pada pengambilan keputusan kontrasepsi yang menantang. Karena kurangnya pengetahuan mereka tentang kondisi dan keamanan teknik kontrasepsi ini serta terbatasnya jumlah metode yang dapat diakses (Hartini dan Prabusari, 2019). Pasangan di Indonesia yang menggunakan teknik kontrasepsi telah meningkat dan sekarang mencapai 61,4% dari semua pasangan tersebut. Alat kontrasepsi terbanyak adalah suntik (31,6%), pil (13,2%), IUD (4,8%), susuk (2,8%), kondom (1,3%), wanita (3,1%), pria (0,2%), interupsi jenis kelamin (2,2%), dan lainnya (0,4%; Interest, 2018). Setiap teknik memiliki kelebihan dan