Analisis Pertempuran Amami-Ōshima Tahun 2001 Dalam Perspektif Intelijen Maritim Reza Pahlevi Program Studi Magister Kajian Intelijen, Sekolah Tinggi Intelijen Negara Sumur Batu, Kec. Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16810 reza.pahlevi@criptext.com Intisari Pertempuran Amami-Oshima atau insiden kapal mata-mata Korea Utara di perairan Jepang pada tahun 2001 menunjukkan pentingnya intelijen maritim dalam melindungi kedaulatan dan keamanan nasional. Kapal mata-mata Korea Utara yang dilengkapi dengan peralatan mata-mata dan senjata diam-diam memasuki perairan Jepang dan memicu kekhawatiran tentang kemampuan Korea Utara untuk mengancam keamanan nasional Jepang. Dalam artikel ini, kami menganalisis insiden tersebut dari perspektif intelijen maritim. Penelitian ini membahas tentang pentingnya pengumpulan informasi, analisis dan evaluasi dari intelijen maritim dalam memprediksi dan mengatasi ancaman yang muncul di perairan nasional. Kami juga membahas tentang koordinasi antara intelijen maritim dan pihak berwenang di laut serta strategi penanggulangan untuk menghadapi ancaman terhadap pelanggaran kedaulatan negara di laut.. Kata kunci: Pertempuran Amami-Oshima, intelijen maritim, insiden kapal mata-mata, ancaman di laut. 1. Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Hubungan antara Jepang dan Korea Utara tidak pernah mudah. Ada banyak faktor yang menyebabkan hubungan antara kedua negara menjadi tegang, seperti sejarah kolonialisme Jepang di Korea, masalah nuklir Korea Utara, dan konflik teritorial atas Pulau Takeshima/Dokdo. Khusus terkait konflik territorial di laut, pada masa pasca perang dingin setidaknya ada tiga peristiwa insiden pelanggaran kedaulatan negara di laut antara Jepang dan Korea Utara. Insiden terakhir terjadi pada tanggal 22 Desember 2001, sebuah kapal mencurigakan yang berlayar di perairan Jepang ditemukan oleh kapal patroli penjaga pantai Jepang. Insiden itu kemudian dikenal dengan Pertempuran Amami-Ōshima (The Battle of Amami-Ōshima). Pertempuran Amami-Ōshima atau Insiden Kapal