ISSN: 2354-9629 PEMANFAATAN KAJIAN BIBLIOMETRIKA SEBAGAI METODE EVALUASI DAN KAJIAN DALAM ILMU PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI Sitti Husaebah Pattah Dosen Jurusan Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin Kampus 2 UIN Alauddin Jl. Sultan Alauddin No. 36 Samata, Gowa e-mail : ebahhabsyi@gmail.com Abstract Currently bibliometrika many studies conducted to understand the needs, usage patterns and behavior, especially the study of information usage in the field of library and information organization in an effort to develop information. Writing citation is very important in the study of science bibliometrika. Citation analysis can be done a variety of studies that are very useful for policy research, policy institutes or universities. Sitir-citing problems should be socialized in Indonesia, especially for researchers, lecturers and teaching staff, other writers, especially in the study of Library Science. Kata kunci : Kajian bibliometrika, analisis sitiran, Perpustakaan dan Informasi. A. Pendahuluan Informasi mempunyai peran penting dalam segala aspek kehidupan manusia, karena setiap orang membutuhkan informasi dalam melaksanakan berbagai aktivitas, misalnya dosen, mahasiswa, peneliti, dan sebagainya untuk kebutuhan pendidikan, pengajaran ataupun penelitian mereka. Perpustakaan sebagai sumber belajar dituntut dapat menyediakan informasi yang dapat mendukung pemenuhan kebutuhan sumber informasi tersebut. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, mengakibatkan sumber informasi kini tersedia dalam berbagai bentuk, semakin banyak, beragam dan melimpah ruah. Hal ini menuntut pengelola informasi untuk dapat selektif memilih informasi dan menyediakan koleksi yang sesuai kebutuhan pemustaka dengan mengidentifikasi kebutuhan mereka dan karakteristik literatur yang digunakan agar penyediaan sumber informasi lebih efektif dan efisien. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kebutuhan pemustaka dan sumber informasi yang mereka gunakan adalah dengan melihat frekuensi pemanfaatan dokumen atau literatur. Di mana semakin sering sebuah dokumen atau literatur digunakan oleh pemakai, maka dokumen itu menjadi semakin penting bagi pemakai. Selain itu, setiap bidang ilmu memiliki karakteristik dalam menggunakan sumber informasi, misalnya jenis dokumen yang digunakan oleh peneliti ilmu-ilmu Sosial berbeda dengan jenis literatur yang digunakan di bidang Biologi, Kimia atau Fisika. Demikian pula dengan kemutakhiran dokumen yang digunakan. Perbedaan karakteristik pemanfaatan dokumen tidak saja pada bidang ilmu pengetahuan, tapi juga pada suatu negara (Sri Purnomowati, 2006:85). Dalam kajian ilmu Informasi, salah satu kajian yang dapat mengungkapkan pola pemanfaatan dokumen, perkembangan literatur atau sumber informasi dalam suatu 47