116 SENASPRO 2017 | Seminar Nasional dan Gelar Produk KUALITAS AIR SUMUR BOR DI PERUMAHAN BEKAS PERSAWAHAN GUNUNG PUTRI JAWA BARAT Nia Yuliani 1 , Nurlela 2 , Novia Angraeni Lestari 3 1 Program Studi Biologi FMIPA Universitas Nusa Bangsa Bogor Jl. KH. Sholeh Iskandar Km. 4 Cimanggu Bogor Telp. (0251) 8340217 2,3 Program Studi Kimia FMIPA Universitas Nusa Bangsa Bogor Jl. KH. Sholeh Iskandar Km. 4 Cimanggu Bogor Telp. (0251) 8340217 E-mail : 1) niayuliani88@yahoo.co.id, 2) angraeninovia@gmail.com ABSTRAK Air bersih yang memenuhi syarat kesehatan harus bebas dari pencemaran dan harus memenuhi standar kualitas. Perumahan yang berlokasi di Gunung Putri, Jawa Barat merupakan daerah bekas persawahan yang menyisakan partikel-partikel pencemar ataupun logam. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kualitas dan tingkat pencemaran air sumur bor di daerah Gunung Putri. Metode pengambilan sampel dengan metode acak stratifikasi, pengukuran kualitas air digunakan analisis parameter fisika dan kimia serta penentuan status air digunakan metode Indeks Pencemaran. Hasil penelitian menunjukkan, parameter yang memenuhi baku mutu air bersih yaitu parameter suhu 26,4 o C - 27,4 o C, kekeruhan 0,97 - 5,03 NTU, TDS 30,02 - 211,27 mg/L, sulfat 4 - 81 mg/L, nitrat 0,0 - 1,0 mg/L, nitrit 0,001 - 0,007 mg/L, klorida 0,5 - 1,8 mg/L, kesadahan 0,81 - 6,99 mg/L, pH 6,7 - 7,2, timbal 0,000 - 0,024 mg/L, kadmium 0 mg/L untuk seluruh sampel, mangan 0,00 - 0,04 mg/L, sedangkan untuk parameter bau, rasa, dan besi terdapat beberapa sampel yang tidak memenuhi baku mutu yaitu sampel air sumur 4, 12, dan 19. Parameter besi untuk sampel 4 yaitu 1,74 mg/L, sampel 12 yaitu 1,998 mg/L, dan sampel 19 yaitu 1,178 mg/L. Tingkat pencemaran air sumur bor di Perumahan Gunung Putri tergolong masih memenuhi baku mutu untuk kualitas air bersih. Kata kunci: Baku mutu, kualitas air, pencemaran 1. PENDAHULUAN Air bersih menjadi sangat penting untuk aktivitas kehidupan masyarakat yang sangat dinamis, sehingga harus diperhatikan kualitas dan kuantitasnya. Air bersih yang memenuhi syarat kesehatan harus bebas dari pencemaran dan harus memenuhi standar kualitas. Sering dijumpai banyak penduduk yang terpaksa memanfaatkan air yang kurang baik kualitasnya. Tentu saja hal ini dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan masyarakat. Air bersih yang memenuhi syarat kesehatan harus bebas dari pencemaran dan harus memenuhi standar kualitas. Air yang berkualitas buruk dapat mengakibatkan penyakit keropos tulang, korosi gigi, anemia, ataupun kerusakan ginjal. Hal ini terjadi karena terdapatnya logam-logam berat yang bersifat toksik (racun) yang terakumulasi dalam tubuh [13]. Aktivitas manusia dalam kehidupan sehari-hari juga dapat menyebabkan kualitas air menurun sehingga air tersebut tidak dapat digunakan seperti yang diharapkan. Kondisi air yang demikian disebut dengan air yang tercemar. Proses pencemaran air terjadi akibat masuknya zat asing seperti limbah rumah tangga, limbah pabrik ke dalam perairan yang melebihi ambang batas yang diperbolehkan Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas air dapat ditinjau dari jenis sumur. Terdapat dua jenis sumur yaitu sumur gali dan sumur bor. Sumur gali menyediakan air yang berasal dari lapisan air tanah dangkal. Sedangkan sumur bor dibuat dengan cara pengeboran lapisan air tanah yang lebih dalam sehingga sedikit dipengaruhi oleh kontaminasi. Jadi, dapat dikatakan bahwa sumur gali memiliki kualitas air yang kurang baik dibandingkan dengan sumur bor. Namun ada kalanya sumur bor pun bisa mengandung zat-zat atau sifat yang tidak seharusnya dikarenakan faktor-faktor tertentu [10].