25 Pemberdayaan Perempuan Mace Mace Papua Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga Daerah Tujuan Wisata Pantai Kampung Malaumkarta Distrik Makbon Kabupaten Sorong Nanik Purwanti 1* ,Uswatul Mardliyah 2 ,Masniar 3 ,Ana Lestari 4 , Saiful Ichwan 5 1, 2, 3, 4, 5 Universitas Muhammadiyah Sorong, Indonesia Email: *purwantinanikums@gmail.com ABSTRAK Pemberdayaan Perempuan Mace Mace Papua di Kampung Malaumkarta melalui partisipasi perempuan dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi rumah tangga adalah gambaran upaya mengangkat derajat kehidupan masyarakat dari belenggu kemiskinan. Kegiatan PKM ini menggunakan metode penyuluhan kepada masyarakat, dengan melakukan observasi,wawancara dan dokumentasi. Partisipasi perempuan Mace Mace Papua kampung Malaumkarta di daerah tujuan wisata pantai saat ini tidak sekedar menuntut persamaan hak tetapi menyatakan bahwa mereka mampu membantu dalam memenuhi kebutuhan keluarga dan dapat berkiprah disektor publik sembari menjalankan tugas-tugas domestiknya dalam rumahtangga. Kata kunci: Pemberdayaan Perempuan;Mace Mace Papua;Kesejahteraan Keluarga Empowering Mace Mace Papuan Women to Improve Family Welfare in Malaumkarta Village Beach Tourism Destinations Makbon District, Sorong Regency On January 16, 2021 ABSTRACT The empowerment of Mace Papuan women in Malaumkarta Village through the participation of women in meeting household economic needs is an illustration of an effort to raise the level of people's lives from being tied to poverty. This PKM activity uses outreach methods to the community, by conducting observations, interviews and documentation. The participation of Mace Mace Papuan women in the Malaumkarta village in coastal tourism areas is currently not only demanding equal rights but also stating that they are able to meet family needs and can take part in the public sector to carry out their domestic tasks in the household. Keywords: Women Empowerment; Mace Mace Papua; Family Welfare PENDAHULUAN Perempuan, bagimanapun juga tetap merupakan kekuatan utama perubahan. Penyesuaian kebijakan, baik sebagai perwujudan kesetaraan wanita dan pria, maupun untuk memampukan wanita mengaktualisasikan potensinya, dapat memberikan dampak yang berarti pada ekonomi. Hal ini berarti harus dijamin agar kebijakan jangka pendek dan sedang tidak memberi dampak negatif pada wanita, dan konsisten dengan tujuan jangka panjang untuk mencapai kesetaraan. Selanjutnya perlu memandang transformasi stuktural jangka panjang sebagai wahana untuk mengakomodasikan peran ekonomi wanita yang semakin meningkat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat pada umumnya (Ihromi,Tapi Omas,2006). Pemberdayaan perempuan tidak hanya merupakan proses kolektif, politik atau sosial, tetapi juga harus berlangsung pada tingkat indiviual. Pemberdayaan perempuan tidak hanya merupakan suatu proses, tetapi juga merupakan hasil bahwa: perempuan menjadi manusia yang mempunyai kemampuan mengontrol dan memberi arah pada kehidupannya sendiri. Orang lain tidak bisa memberdayakan perempuan. Perempuan sendiri yang harus dapat melakukannya sendiri dengan cara mampu membuat pilihan, mampu menyuarakan pendapatnya, kebutuhannya sebagai perempuan. Akan tetapi, institusi-institusi yang ada di tingkat nasional dan kerjasama