https://abdi.ppj.unp.ac.id/index.php/abdi Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Volume 4 Nomor 2 2022, pp 327-332 ISSN: 2684-8570 (Online) 2656-369X (Print) DOI: https://doi.org/10.24036/abdi.v4i2.333 Received: July 17, 2022; Revised: October 31, 2022; Accepted: November 2, 2022 327 Edukasi Optimalisasi 1000 Hari Pertama Kehidupan Sebagai Upaya Menurunkan Angka Kematian Ibu Mergy Gayatri 1* , Sutrisno Sutrisno 2 , Bambang Rahardjo 3 , Krisjentha Iffah Agustasari 4 , Dian Kusumaningtyas 5 , Ratna Diana Fransiska 6 , Kentri Anggarina Gumanti 7 , Oluwadamilare Akingbade 8 1,2,3,4,5,6,7 Universitas Brawijaya 8 The Nethershole School of Nursing, Chinese University of Hong Kong *Corresponding author, e-mail: mergy.gayatri@ub.ac.id. Abstract One of the strategies to improve the mothers' well-being of mothers and new-borns is optimizing the first 1000 days after birth starting from preparation for pregnancy. By optimizing pregnancy preparation, mothers are expected to have a healthy pregnancy which will affect the outcome of their pregnancy. The community service aimed to educate the public, including health care staff in Indonesia as main providers of maternal health in order to assist mothers and their partners in preparing for their pregnancy. The output of this community service is the knowledge transfer about pregnancy preparation and pregnancy period in order to optimize the First 1000 Days. The results showed that the majority of participants consisted of midwives, indicating that midwives were still enthusiastic about enhancing their knowledge regarding pregnancy. The evaluation showed that the majority of participants were satisfied with the topic provided. Similar community service is recommended to be implemented in a small scale of community group in order to have an intensive education. Keywords: 3 Preparation for pregnancy; Mothers’ well-being, healthy pregnancy, Maternal death; Reproductive age. How to Cite: Gayatri, M., et al. (2022). Edukasi Optimalisasi 1000 Hari Pertama Kehidupan Sebagai Upaya Menurunkan Angka Kematian Ibu. Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 4(2), 327-332. This is an open access article distributed under the Creative Commons Share-Alike 4.0 International License. If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original. ©2022 by author. Pendahuluan Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi yaitu 305 per 100,000 kelahiran hidup (Kemenkes RI, 2020). Angka ini masih sangat jauh dari target internasional dari The Sustaniable Development Goals (SDGS) pada tahun 2030 yaitu 70 per 100,000 kelahiran hidup (WHO, 2021). Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah optimalisasi 1000 hari kelahiran hidup yang dimulai dari persiapan kehamilan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat umum termasuk tenaga kesehatan dalam mempersiapkan kehamilan yang baik agar dapat menurunkan AKI serta mengurangi morbiditas bahkan mortalitas pada bayi baru lahir. Luaran dari pengabdian masyarakat ini adalah tersampaikannya pengetahuan mengenai optimalisasi kesehatan maternal dari mulai pre-konsepsi. Prekonsepsi merupakan masa yang penting dimulai dari tiga bulan sebelum pasangan mencoba untuk hamil (Gnoth, 2003; Griffin et al., 2014). Guna mengantisipasi masa subur, setiap individu mendapat manfaat dari pendidikan tentang kesiapan kehamilan dan peran keluarga serta pengasuhan dengan pendidikan. Ketika anak mulai beranjak masuk di masa pubertas, baik anak laki-laki maupun perempuan harus diberikan edukasi tentang keterlambatan seksualitas, pencegahan kehamilan, dan pencegahan infeksi menular seksual. Meskipun pendidikan mungkin tidak terlalu berhubungan dengan dengan aktivitas seksual yang tertunda, sangat penting untuk mendidik anak laki-laki tentang tanggung jawab mereka dalam kesehatan reproduksi (Henning et al., 2017). Setiap pasangan harus memiliki kesempatan untuk memilih kapan mereka siap untuk bereproduksi. Keluarga berencana dan pencegahan kehamilan adalah kunci kesiapan kehamilan (Henning et al., 2017).