Jurnal Higiene Sanitasi Vol. 3, No. 1, April 2023, pp 14-19 Doi:10.36568/hisan.v3i1.57 e-ISSN 2828-0474 Journal Hompage: https://hisan.poltekkesdepkes-sby.ac.id/index.php/hisan Efektifitas Variasi Konsentrasi Ekstrak Kulit Pisang Raja (Musa Paradisiaca var. Raja) Sebagai Biolarvasida Culex Sp. Oetami Leiylla Kurnia, Aries Prasetyo*, Tuhu Pinardi, Djoko Windu P. Irawan Prodi Sanitasi Program Diploma III Kampus Magetan, Poltekkes Kemenkes Surabaya, Surabaya, Indonesia Article history: Received : 13 Januari 2023 Revised : 14 April 2023 Accepted : 27 April 2023 ABTRACT Mosquitoes are vectors of disease and nuisance animals where Culex Sp mosquitoes are vectors of filariasis or elephantiasis. Vector control that has been carried out by the community generally uses chemical insecticides where if the use of chemical insecticides is carried out in the long term and continuously it can cause side effects on the environment, besides that it also causes resistance to the vector itself. This study aims to determine the effectiveness of the peel extract of plantain (Musa Paradisiaca var. Raja) as a larvicide on the mortality of Culex Sp. larvae. This research is an experimental research with The Static Group Comparassion Design. Total population and samples were 600 Culex Sp instar III larvae. The sampling method used random sampling method on Culex Sp instar III larvae or at the age of 3-4 days. Data analysis using Anova analysis using the STATA application. The results of the Anova test showed that there were differences in the mortality of Culex Sp with various doses of plantain peel extract (Musa Paradisiaca var. Raja), the highest effectiveness was 84% with an average mortality of 21 Culex Sp larvae, the conclusion of the study from probit analysis with an LC50 (Lethal Concentration) value of 2,969% and the most effective dose to kill Culex Sp larvae was at a dose of 8%. This is an open access article under the CC BY NC-SA license. Keywords: Culex Sp Plantain Peel Larvicide Effectiveness *Correspondence author: arewinderika@gmail.com Prodi Sanitasi Program Diploma III Kampus Magetan, Poltekkes Kemenkes Surabaya PENDAHULUAN Nyamuk Culex Sp adalah salah satu spesies nyamuk yang berada paling dekat dengan manusia. Tempat perkembangbiakan dan tempat peristirahatan nyamuk Culex Sp umumnya berada di sekitar rumah seperti rawa-rawa, buangan limbah rumah tangga atau genangan air yang tidak terawat di lingkungan tempat tinggal. Nyamuk Culex Sp cenderung menghabiskan waktu istrahat dan bertelur diluar ruangan disekitaran perairan yang terkontaminasi dengan sampah rumah tangga dan sampah alam.(Sholichah, 2009) Menurut penelitian, nyamuk Culex Sp memiliki sifat antrofilik dan zoofilik, yang memiliki kebiasaan beraktivitas pada malam hari atau biasa disebut nocturnal. (Cindy et al., 2017) Nyamuk Culex Sp juga merupakan binatang penganggu bagi manusia seperti pada saat terbang di sekitaran manusia nyamuk mengeluarkan suara bisisng yang cukup menganggu , selain itu ketika menghisap darah gigitan nyamuk menyebabkan rasa gatal yang membuat rasa tidak nyaman pada manusia, dan tempat perkemangbiakan nyamuk seperti di bak mandi dapat mengurangi nilai estetika serta kebersihan di dalamnya. Insektisida kimia yang sudah lama digunakan masyarakat selama ini yaitu organofosfat yang digunakan untuk fogging (penyemprotan). Walaupun hasil yang ditimbulkan oleh insektisida kimia efektif dan cepat terlihat, penggunaan insektisida ini memiliki efek samping pada lingkungan dan juga untuk nyamuk Culex Sp itu sendiri. Residu yang ditinggalkan pada flora dan RESERCH ARTICLE Open Access