Volume VIII, No.3, Juli 2023 Hal 6243 - 6254 6243 p-ISSN : 2528-3561 e-ISSN : 2541-1934 Perencanaan Lanskap Wisata Gampong Suka Tani Berbasis Partisipasi Masyarakat Pratitou Arafat 1* , Fahmi Aulia 2 , Muhammad Heru Edytia 3 , Rizalul Akbar 4 1,2,3 Jurusan Arsitektur dan Perencanaan, Universitas Syiah Kula Banda Aceh, Indonesia 4 Pemerintahan Gampong Suka Tani, Aceh Besar, Indonesia *Koresponden email: pratitou.arafat@usk.ac.id Diterima: 13 Mei 2023 Disetujui: 19 Mei 2023 Abstract Gampong Suka Tani is a village in Jantho, Aceh Besar. This village has the potential for tourism development because it has several natural tourist attractions, such as rivers and hills, and the potential for historical tourist attractions related to the Aceh conflict theme in the past. The tourism landscape planning for Suka Tani village is conducted using the general landscape planning method, which consists of a site survey, data collection, research, analysis, concept, and planning stages combined with a participatory approach that provides access for residents in data collection and planning stages through participatory mapping and Focus Group Discussion (FGD). The results of the landscape planning are three major tourism themes represented in the zoning plan, space program, site plan, and tourism facilities in Suka Tani village. Keywords: tourism landscape, tourism landscape planning, tourism village, gampong suka tani Abstrak Gampong Suka Tani merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Kota Jantho, Aceh Besar. Desa ini memiliki potensi pengembangan wisata karena memiliki beberapa atraksi wisata alam seperti sungai dan bukit, selain potensi atraksi wisata sejarah terkait dengan konflik damai Aceh. Perencanaan lanskap wisata desa Suka Tani dilakukan dengan metode perencanaan lanskap umum yang terdiri dari tahapan survei, pengumpulan data, riset, analisis, konsep, dan perencanaan yang dipadukan dengan pendekatan partisipatif yang memberi akses besar bagi warga setempat dari tahap pengumpulan data serta perencanaan lewat pemetaan partisipatif dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil dari perencanaan lanskap adalah tiga tema besar wisata yang direpresentasikan pada perencanaan zonasi kawasan, program ruang, site plan serta fasilitas wisata pada desa Suka Tani. Kata Kunci: lanskap wisata, perencanaan lanskap wisata, desa wisata, gampong suka tani 1. Pendahuluan Desa Suka Tani merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Kota Jantho, Aceh Besar. Desa ini mempunyai potensi pengembangan wisata karena memiliki beberapa atraksi wisata alam seperti sungai dan bukit. Di samping itu, Suka Tani juga memiliki sejarah sebagai desa bekas transmigrasi di era 80-an yang telah ditinggalkan sejak masa konflik. Desa ini juga telah diproyeksikan oleh pemerintah Aceh sebagai salah satu kawasan wisata baru di Aceh Besar [1] Desa wisata merupakan suatu desa yang memiliki daya tarik alami atau daya tarik yang sengaja dibangun untuk menarik kunjungan wisatawan karena ketersediaan potensi alam dan budayanya [2]. Desa wisata merupakan salah satu kriteria dari destinasi wisata berkelanjutan [3] yang menjadi amanat dan arahan pariwisata di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Pengembangan desa wisata sejalan dengan visi dan misi desa Suka Tani untuk mengembangkan potensi desa secara berkelanjutan. Komitmen pengembangan desa wisata yang telah dilakukan pemerintah Suka Tani adalah pengalokasian dana desa untuk kepentingan pembangunan wisata, pembentukan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG), serta pembentukan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang bertugas sebagai pengelola wisata di Suka Tani. Dalam rencana pengembangan kawasan desa wisata diperlukan suatu perencanaan lanskap yang mendukung rencana kegiatan wisata yang akan dikembangkan. Perencanaan lanskap diartikan sebagai suatu kegiatan pengambilan keputusan jangka panjang dalam penataan spasial kawasan untuk mendapatkan suatu model lanskap yang fungsional, indah, dan berkelanjutan sebagai pemecahan masalah dalam pemenuhan kebutuhan keinginan manusia dalam upaya mencapai kenyamanan dan kesejahteraan [4]. Perencanaan tata ruang menjadi salah satu hal yang penting dalam pengembangan desa wisata di samping penyiapan visi dan misi, pengemasan paket, penyiapan kelembagaan, serta pemasaran [5]. Perencanaan