Implementasi wisata virtual di jalur pendakian Gunungapi Purba
Nglanggeran, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul
Fitria Nuraini Sekarsih
*
, Ali Mustopa
Universitas Amikom Yogyakarta, Indonesia
*Koresponden Email: sekarsih.ftria@amikom.ac.id
Abstrak. Wisata virtual menjadi alat yang paling memungkinkan bagi seseorang untuk menjelajahi tempat lain tanpa dibatasi oleh jarak dan
waktu khususnya bidang pariwisata. Gunungapi Purba (GAP) Nglanggeran merupakan lokasi wisata yang sangat memungkinkan untuk
dikembangkan ke arah virtual. Tujuan dari penelitan ini adalah membuat 40 ttk panorama sepanjang jalur pendakian kemudian hasilnya
dicoba oleh pengunjung virtual dari berbagai generasi. Target responden dari penelitan ini adalah pengunjung yang tdak dapa t mendaki di
GAP Nglanggeran dengan berbagai alasan (tdak berada di kawasan wisata maupun tdak mampu mendaki karena alasan tertentu). Sebanyak
145 responden mencoba wisata virtual ini dengan kode batang yang telah diberikan. Media yang bisa digunakan adalah laptop, telfon pintar,
dan layar televisi. Hasilnya, pengunjung virtual ini merasa bahwa wisata virtual yang dibuat sudah cukup bagus, mampu memberikan
gambaran tentang jalur pendakian, dan mampu memberikan kesan nyata sepanjang jalur pendakian. Wisata ini juga memberikan
kesempatan kepada pengunjung untuk wisata virtual dengan menggunakan kacamata VR. Hasilnya, Generasi Z merupakan kalangan yang
paling antusian dengan hadirnya media tersebut.
Kata kunci: gunungapi purba, Nglanggeran, virtual reality, wisata virtual
Abstract. Virtual tour is the most possible tool for someone to explore other places without being limited by distance and tme, especially in
tourism. Nglanggeran ancient volcano is a very possible tourism spot that can be developed in a virtual. The purpose of this study was to
create 40 panoramic photos along the tracking route and then the results were tested by virtual visitors from various generatons. The target
respondents of this research are visitors who cannot climb the Nglanggeran GAP for various reasons (not in the tourist area or who are not
strong enough to climb for certain reasons). A total of 145 respondents tried this virtual tour with the barcode that had been provided. The
media that can be used are laptops, smartphones, and television screens. As a result, these virtual visitors feel that the virtual tour created is
able to provide an overview of the hiking trail and is able to give a real impression along the hiking track. This tourism tour also provides an
opportunity for visitors to try virtual tours using VR glasses. As a result, Generaton Z is the most enthusiastc about the presence of the
media.
Keywords: ancient volcano, Nglanggeran, virtual reality, virtual tour
PENDAHULUAN
Virtual Reality (VR) merupakan media yang sangat
populer saat ini. Melalui komunikasi multmedia secara
virtual, pengguna tdak dibatasi oleh batas-batas geografs
(Huang et al., 2016). Virtual Reality sendiri dideskripsikan
sebagai suatu lingkungan yang dihasilkan komputer yang
mewakili dunia digital secara total (Gutentag, 2010).
Teknologi VR memiliki kemampuan unik untuk memberikan
simulasi persepsi situasi nyata (Diemer et al., 2015) dan
memungkinkan pengguna untuk menavigasi melalui
lingkungan virtual (Wei, 2019). Dunia virtual semakin
menjadi populer ketka pada tahun 2014, CEO Facebook
telah membeli perusahaan VR Oculus sebesar 2 miliar USD
dan diakhir tahun 2016 sejumlah perusahaan besar Oculus,
Sony, Samsung, Google, HTC, dan Microsof, telah
meluncurkan produk VR dan Augmented Reality (AR) ke
pasar (Yung & Khoo-Latmore, 2017).
Pandemi COVID-19 membuat dunia virtual semakin
berkembang seiring pembatasan sosial (Ball et al, 2021).
Virtual reality sangat potensial untuk diimplementasikan dan
diadopsi ke arah pengembangan banyak bidang sepert
pariwisata, perhotelan, taman hiburan, kapal pesiar,
museum, dan pemasaran (Wei, 2019). Salah satu sektor
paling parah terkeda dampak pandemi adalah sektor wisata.
Tidak dapat dipungkiri, di tahun 2020 pandemi
melumpuhkan 80% aktvitas di bidang wisata (OECD, 2020).
Di negara-negara berkembang, di mana sektor pariwisata
sangat pentng bagi perekonomian, pandemi COVID-19
memiliki dampak negatf yang signifkan (Henseler et al.,
2022). Ada hubungan korelasi positf antara pertumbuhan
pariwisata dan ekonomi (Kinseng et al., 2020). Pandemi
Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia telah
merubah kehidupan masyarakat (Mahardhini, 2020). Dalam
ISSN 0125 - 1790 (print), ISSN 2540-945X (online)
Majalah Geograf Indonesia Vol 36, No 2 (2022): 158 - 166
DOI: 10.22146/mgi.73983
©2022 Fakultas Geograf UGM dan Ikatan Geograf Indonesia (IGI)
Direvisi: 2022-04-11 Diterima: 2022-07-29
©2022 Fakultas Geograf UGM dan Ikatan Geograf Indonesia (IGI)