SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS GUNAPEMETAAN DATA KEJADIAN PENYAKIT UNTUKKEPERLUAN SURVEILANS DAN KEWASPADAAN DINIDI WILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN KOTASEMARANG Arif Kurniadi ' Fakuttas KesehatanlJniversitas Dian NuswantoroSemarang ABSTRACT Disease prevention and eradication programs in the city of Semarang are most effective when supportedby an activesurveillance system. Presentationof data in the form of spatialdatais one form of presentation and interpretation of data. The purpose of this sfudy wasto maptheincidence of disease for purposes ofsurueiltance andearlywarning of disease incidencefor the city ofSemarang, fast and efficient. The research methodused isprof otypemethod. Steps being takenare indentifier user needs, develop prototypes, to determine whether theprototype is acceptable, and using the prototype. The design shows ageographic mappingsystem with stainingin a region where interpret incidence of a dlsease condition in the interpret incidence of a drisease condition in the area inseveral caregories.Category is low in green, medium yellow color,and high in red. Map of Semarang City areaincludes map of the village, District, PHCand maps describing the condition of the entire working areaof Heafth Distric Semarang. PENDAHULUAN f ndonesia terletak di wilayah tropis dengan jumlah penduduk yanghampir mencapai 220 juta jiwa. Masalah kemiskinan, kondisi lingkungan yang buruk, danperilaku kesehatan masyarakat Indonesia belum sesuai harapan, menyebabkan angka kesakitan terutama akibat penyakitpenyakit tropis masih tinggi. Pemerintah berupaya berusaha melakukan upaya-upaya baik preventif maupun kuratif untuk mengatasi hal tersebut. Program pencegahan dan pemberantasan penyakit akan sangat efektif bila mendapat dukungan oleh sistem surveilans yang aktif, karena fungsi surveilans yangutama adalah menyediakan informasi epidemiologi yangpekaterhadap perubahan yang terjadidalam pelaksanaan program pemberantasan penyakit yang menjadi prioritas pembangunan. (Dinkes Prop. Jateng, 2000) Surveilans epidemiologi adalah suatuproses pengamatan terus-menerus dan sistematik terhadap terjadinya penyebaran penyakit serta kondisiyang memperbesar risiko penularan dengan melakukan pengumpulan data, analisis, interpretasidan penyebaran interpretasi serta tindak lanjut perbaikan dan perubahan. Surueilance for action memerlukan aktivitas penting surveilans yang harus selalu susfainab/e meliputi proses pengumpulan data epidemiologisecara sistematis sebagai aktivitas rutin, pengolahan dan analisa sertainterpretasi data agar menghasilkan informisi epidemiologi, aktivitas yang terakhir yaitu penggunaan informasi untukmenentukan tindakan perbaikan yang perlu dilakukan atau peningkatan program dalam menyelesaikan masalah.(Depkes Rt,2003) Dalambidang kesehatanpun tidak terlepas dari pengaruh perkembangan teknologi komputer. Dinas Kesehatan khususnya Subdin Pemberantasan Penyakit sebagai salah satu provider pelayanan kesehatan telah melakukan berbagai upaya untuk menciptakan data-data yangakurat tentang kejadian penyakit. Upaya tersebut salah satunya adalah pemanfaatan Sistem I nformasi g *Brofit*.. (Arf fVrnindi) 25