SERITAGIOLOGI VOL 4, NO 4, JULIIQQ8 PERBANDEVGAN ANTARA ALANTOIN (5 UREIDOHYDANTOIN) DENGAN BETADINE® (POVIDONE IODINE) UNTUK PENGOBATAN LUKA BVSISI The Comparison Between Allantoin (5 Ureidohydantoin) and Betadine® (Povidone Iodine) in Incision Therapy Didik Tulus Subekti Research Institute For Veterinary Science, Bogor Jl. R.E. Martadinata 30 Bogor 16114 ABSTRACT Study on the comparison between allantoin (5 • ureidohydantoin) and Betadine® (povidone iodine) was conducted to compare and evaluate their efficacy, especially to accelerate wound (incision) healing. Treatment divided into three groups, first group is Control (without therapy), second group is allantoin treatment and the last one is Betadine® treatment. Allantoin obtained from cattle's urine by Meissner method. The solution made of 2,4 grams of allantoin in 600 milliliters aqueous solution. Treatments (therapies) were given three times a day topically. Results showed no significant difference between allantoin and Betadine® treatments (p > 0,05), control and the other treatments i.e allantoin and Betadine® therapies have significantly difference (p < 0,01). Kata kunci: povidone iodine, 5 - ureidohydantoin, alantoin, insist PENDAHULUAN Urine sapi merupakan salah satu sumber produksi alantoin (5 - ureidohydantoin). Secara alamiah alantoin diekskeriskan oleh tubuh sapi lewat urine (Kaneko, 1989). Menurut Korolkovas (1989) dan Reynolds (1993), alantoin memiliki kemampuan menstimulir proliferasi sel dan jaringan yang sehat. Sifat tersebut sangat diperlukan untuk mempercepat regenerasi sel pada proses penyembuhan luka. Subekti (1995) menyatakan bahwa alantoin dapat diisolasi secara alami dari urine sapi dan dapat dimanfaatkan sebagai obat luka. Informasi tersebut memberikan peluang untuk mervdapatkar", rvJai. tambah dari. s^gi, pervg,ekii,&a'r>. lingkungan hidup. Hal ini disebabkan urine, khususnya urine sapi merupakan limbah yang terbuang. Melalui suatu proses daur ulang ternyata dapat digunakan sebagai sumber untuk memperoleh alantoin yang selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat. Proses tersebut merupakan suatu upaya perubahan dari bahan tidak bernilai guna menjadi satu bahan yang berdaya guna dari segi farmakologis. Di sisi lain obat komersial untuk luka telah tersedia di pasaran. Salah satu diantaranya adalah Betadine® produksi PT. Mahakam Beta Farma, Jakarta. Bahan aktif yang dikandung di dalamnya adalah povidone iodine. Secara praktis (empiris) pe- makaian Betadine® telah banyak digunakan. Khusus- nya untuk desinfeksi dan mempercepat kesembuhan luka, terutama luka abrasi. Bertolak dari kenyataan tersebut di atas maka dipandang perlu dalam melakukan penelitian untuk mem band ingkan efektifitas kedua bahan tersebut pada luka insisi, Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah alantoin maupun Betadine® memiliki ke- mampuan yang sama untuk mempercepat pada kelinci. 151