PEMANFAATAN MODEL BLENDED LEARNING PADA MATA KULIAH DESAIN PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPUTER (DPBK) Ulfia Rahmi ulfia24@gmail.com Abstract The learning process that takes place during this time have not met as mentioned in PP No. 32 tahun 2013, included in the Desain Pembelajaran Berbasis Komputer (DPBK). To fulfill these demands can be done by the utilization of blended learning models. The objective is satisfying student learning outcomes. The method used is descriptive quantitative, which the sample are students who were active in section 25669 in subjects DPBK. The results show that the model of blended learning is effective in helping students to understand the material and help them to achieve the desired competencies. Kata kunci: blended learning, model pembelajaran PENDAHULUAN Proses pembelajaran yang berlangsung selama ini belum memenuhi seperti yang disebutkan pada PP nomor 32 tahun 2013. Termasuk pada mata kuliah Desain Pembelajaran Berbasis Komputer (DPBK). DPBK merupakan mata kuliah yang membina kemampuan kognitif dan daya kreativitas/seni mahasiswa dalam merancang suatu materi ajar berdasarkan langkah- langkah dalam merancang satu paket pembelajaran berbasiskan komputer. DPBK terdiri dari beberapa kumpulan dari pengetahuan dan keterampilan dalam mendesain model-model pembelajaran berbasis komputer. Jika merujuk kepada PP nomor 32 tahun 2013, proses pembelajaran pada pelaksanaannya kurang interaktif karena dalam proses pembelajaran tidak terjadi situasi yang diharapkan seperti interaksi. Baik interaksi antara dosen dengan mahasiswa, dosen dengan media yang digunakan, mahasiswa dengan media dan mahasiswa dengan mahasiswa lain serta mahasiswa dengan lingkungan sekitar. Selama ini kegiatan pembelajaran DPBK dilakukan di laboratorium Program Studi Teknologi Pendidikan dengan jumlah mahasiswa yang relatif banyak sehingga sulit untuk dikontrol. Fasilitas yang tersedia di laboratorium tidak sebanding dengan jumlah mahasiswa yang aktif pada seksi mata kuliah DPBK. Keadaan seperti itu menjadi hambatan dan keterbatasan bagi dosen pembina untuk menyampaikan materi DPBK yang syarat dengan konten kepada mahasiswa. Dengan keadaan seperti itu, dosen pembina memanfaatkan fasiltas kampus seperti internet dengan menghadirkan blog pribadi dalam kegiatan pembelajaran untuk menuntaskan materi yang akan disampaikan. Pada blog tersebut, dosen pembina menyampaikan materi-materi yang dirasa penting, perlu pengulangan, dan tidak sempat disampaikan kepada mahasiswa di