113 PERBEDAAN TANGGAPAN PEMIRSA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN TERHADAP KISAHAN FILM LAYANGAN PUTUS Sitian Nisa Mulianiputri, Aslan Abidin, dan Suarni Syam Saguni Universitas Negeri Makassar Jalan Daeng Tata Raya, Makassar, Sulawesi Selatan aslanabidin@unm.ac.id INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia berada di bawah lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License. ISSN: 2722-2349 (cetak), ISSN: 2720-9377(daring) https://ojs.unm.ac.id/indonesia Abstract: Differences in Viewer Responses of Men and Women to the Story of the Film Kite Drops. This study aims to describe the responses and factors that cause differences in the responses of male and female viewers to the story of the film Layangan Putus. Data collection was carried out using literature study techniques and questionnaires using the response perspective theory of Hans Robert Jauss. The results of the study show that: (1) the responses of men, especially those who already have a partner or wife, describe more of their complaints because their partners or wives become more suspicious; (2) the responses of female viewers, especially those who are not yet married, describe more caution because they are careful in choosing a partner; and (3) the cause of differences in the responses of male and female viewers is that the horizons of expectations that each man and woman have are different, making it possible for the difference in acceptance of the film Layang Disconnect. Keywords: audience response, Kite Disconnect, literary reception Abstrak: Perbedaan Tanggapan Pemirsa Laki-Laki dan Perempuan Terhadap Kisahan Film Layangan Putus. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tanggapan dan faktor penyebab perbedaan tanggapan pemirsa laki-laki dan perempuan terhadap kisahan film Layangan Putus. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi literatur dan kuesioner menggunakan perspektif teori tanggapan pembaca dari Hans Robert Jauss. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tanggapan laki-laki, khususnya yang sudah memiliki pasangan atau istri, lebih menggambarkan keluhannya akibat pasangannya atau istrinya menjadi lebih sering curiga, (2) tanggapan pemirsa perempuan, terkhusus yang belum berumah tangga, lebih menggambarkan kehati-hatian mereka dalam memilih pasangan dan para pemirsa perempuan yang sudah berumah tangga lebih cenderung curiga terhadap suaminya, dan (3) penyebab perbedaan tanggapan pemirsa laki-laki dan perempuan adalah horizon harapan yang dimiliki setiap laki-laki dan perempuan berbeda-beda, sehingga memungkinkan terjadinya perbedaan penerimaan terhadap film Layangan Putus. Kata kunci: tanggapan pemirsa, Layangan Putus, resepsi sastra Karya sastra kini semakin terhubung dengan dunia perfilman. Hal itu disebabkan banyaknya karya sastra yang telah dijadikan film, seperti novel, cerpen dan lain sebagainya (Amalia et al. 2021:399). Film merupakan media komunikasi yang berbasis audio visual