186 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BATAKO JUMBO UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATERI GLOBALISASI BAGI SISWA KELAS IXF SMP NEGERI 1 SAYUNG SEMESTER GENAP TAHUN 2015/2016 Sri Untari 1 untarismg@gmail.com Abstrak: Implementasi kurikulum 2006 meniscayakan pelaksanaan pembelajaran yang mengadopsi prinsip pembelajaran abad 21, yaitu Communication, Collaboration, Critical Thinking and Problem Solving, dan Creativity and Innovation yang dikenal dengan 4C. Penerapan model pembelajaran Batako Jumbo dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas IXF SMP Negeri 1 Sayung dalam mempelajari materi globalisasi semester genap tahun 2015/2016, dengan bukti adanya peningkatan dari pra siklus, siklus I sampai siklus II. Penerapan model pembelajaran Batako Jumbo juga dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IXF SMP Negeri 1 Sayung dalam mempelajari materi globalisasi semester genap tahun 2015/2016. Dampak yang teramati bahwa Pembelajaran Batako Jumbo meningkatkan aktivitas siswa yang semakin bermakna terutama dalam mengembangkan pembelajaran yang kreatif dan inovatif, komunikatif, kolaboratif, serta berfikir kritis dan pemecahan masalah. Kata kunci: model pembelajaran, batako jumbo, hasil belajar, globalisasi PENDAHULUAN Globalisasi, merupakan salah satu materi mata pelajaran PKn (Pendidikan Kewarganegaraan) dalam Kurikulum 2006 yang diberikan kepada siswa SMP Kelas 9 semester genap. Hal ini sesuai Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi. Materi ini seharusnya mudah dipahami siswa, sebab berkaitan dengan hal-hal yang ada dalam kehidupan sehari-hari siswa. Dengan kata lain, materi ini sangat kontekstual. Pengalaman penulis mengajar materi globalisasi bagi siswa kelas IX SMP Negeri 1 Sayung Tahun Pelajaranan 2013/2014 ternyata bertolak belakang dengan anggapan penulis bahwa materi globalisasi mudah dipahami siswa, terbukti dari rata-rata hasil ulangan harian masih di bawah KKM, yakni 68,3. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti, diduga hal ini pun dialami oleh siswa kelas 9F. Hasil uji petik pada akhir pertemuan pertama dengan indikator 1) menjelaskan pengertian globalisasi; 2) menjelaskan faktor-faktor pendorong terjadinya globalisasi; dan 3) menjelaskan arti penting globalisasi bagi bangsa dan negara Indonesia, dari jumlah siswa 36 yang mendapatkan nilai mencapai KKM (75) ada 13 (36,11%) siswa, sedangkan yang lainnya 23 (63,89%) siswa 1 Guru PPKn SMPN 9 Semarang