Jurnal Karinov Vol. 2 No. 2 (2019) : Mei Page | 134 Mediasi Penyelesaian Konflik Internal Organisasi Dalam Kelompok Budaya Macapatan “Mengesti Raos Tunggal” Desa Jugo Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar Suparlan Al Hakim* 1 , Sri Untari 2 , Didik Sukriono 3 , Yusuf Suharto 4 1,2,3,4 Universitas Negeri Malang; Jalan Semarang 5 Malang, (0341) 551312 1,2,3 Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 4 Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang e-mail: * 1 suparlan.al.fis@um.ac.id, 2 sri.untari.fis@um.ac.id, 3 didik.sukriono.fis@um.ac.id , 4 yusuf.suharto.fis@um.ac.id Abstrak Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan edukasi wawasan masyarakat desa Jugo tentang struktur masyarakat Indonesia yang pluralis-multikultural dan cara memanajemen konflik sosial dengan basis praktik nembang macapat. Melalui materi tembang macapat yang mengandung pesan tentang kerukunan, ketidakcemburuan sosial, tidak deskriminatif, dan empati yang dikaitkan dengan nilai-nilai Pancasila, kelompok budaya macapatan (secara tidak langsung) anggota kelompok macapatan mampu melakukan manajemen konflik internal organisasi. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah diskusi. Kegiatan dilaksanakan mulai bulan Juli hingga Agustus 2018 dan diikuti oleh anggota kelompok budaya macapatan “Mangesti Raos Tunggal”. Hasil dari kegiatan ini adalah peserta macapatan mampu mempraktikkan kegiatan macapatan secara tidak langsung sebagai ajang mediasi penyelesaian konflik yang muncul selama ini dalam organisasi mereka. Komponen peran dalam tampilan macapatan sebagaimana diciptakan bersama dapat dilaksanakan dengan baik. Mulai dari peran pengarah, dhalang tembang, pamaca tembang, pamedhar tembang, pamireng tembang sekaligus sebagai peran dialog tampak berjalan dengan baik. Kata kuncimediasi, penyelesaian konflik, macapatan. Abstract The purpose of this community service activity is to educate Jugo villagers about the pluralist-multicultural structure of Indonesian society and how to manage social conflict based on the practice of nembang macapat. Through the material of macapat songs that contain messages about harmony, social jealousy, not discriminatory, and empathy associated with Pancasila values, the Macapatan cultural group (indirectly) members of the Macapatan group are able to manage organizational internal conflicts. The method used in this service is discussion. The activity was held from July to August 2018 and was attended by members of the Macapatan cultural group "Mangesti Raos Tunggal". The result of this activity was that the Macapatan participants were able to practice macapatan activities indirectly as a venue for mediating conflict resolution that had emerged so far in their organizations. Component roles in the display view as created together can be implemented properly. Starting from the role of director, dhalang tembang, pamaca tembang, pamedhar tembang, pamireng tembang as well as dialogue roles seemed to be going well. Keywordsmediation, conflict resolution, macapatan 1. PENDAHULUAN emerintah Desa Jugo, Kecamatan Kesamben, yang termasuk daerah phery-phery (pinggiran) timur wilayah kabupaten Blitar dengan lingkungan daerah berbukit-pegunungan dan hutan, memiliki program dalam mengembangkan potensi seni dan kearifan lokal berupa ”tradisi budaya macapatan”. Kelompok budaya ini sangat memungkinkan diberdayakan menjadi ’ajang dialog’ dalam memfasilitasi ruang publik terutama untuk memecahkan konflik sosial yang terjadi dalam organisasi yang diikuti selama ini. P CORE Metadata, citation and similar papers at core.ac.uk Provided by Portal Jurnal Elektronik Universitas Negeri Malang