Volume 6, No. 1, April 2022 | 42 Perbandingan Kemampuan Effective Microorganisms (EM4) dan Bacillus subtilis Sebagai Agen Bioremediasi Limbah Cair Tahu pada Kondisi Aerob Muhammad Andry Prio Utomo 1* , Sitoresmi Prabaningtyas 1 , Mardiana Leilitawati 1 , Aghits Laily Rizqiyah 1 , Fika Cahya Lovely 1 , Nadila Sekar Zahidah 1 , Nano Rizki Pratama 1 1 Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang Jl. Semarang no. 5, Malang *E-mail: muh.andry.utomo.fmipa@um.ac.id Abstrak. Limbah cair industri tahu kaya akan bahan organik dan apabila langsung dibuang ke lingkungan dapat berpotensi sebagai pencemar. Limbah cair tahu pada lingkungan perairan mudah terdekomposisi, sehingga membuat daya dukung lingkungan terhadap kehidupan perairan semakin berkurang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan kultur campuran effective microorganisms (EM4) dan kultur tunggal B. subtilis dari natto dalam bioremediasi limbah tahu. Bioremediasi dilakukan secara aerob, perbandingan jumlah inoculum mikroorganisme dan limbah tahu adalah 1:20 dan waktu inkubasi yang digunakan adalah selama 8 hari. Parameter yang dihitung dalam penelitian adalah TDS, pH, suhu dan bau. Perlakuan EM4 dan B. subtilis mampu menurunkan TDS dengan prosentase penurunan berturut-turut adalah 29,3% dan 84,6%. pH hasil inkubasi menunjukkan kenaikan menjadi 6,5 pada perlakuan EM4 dan 7,6 pada perlakuan B. subtilis dari pH awal limbah 4,3. Suhu akhir limbah tahu dengan perlakuan EM4 turun menjadi 27,6◦C dan perlakuan denga n B. subtilis menjadi 25,8◦C dari suhu awal limbah tahu 29,5◦C. Pengukuran bau menunjukkan hanya EM4 yang mampu merubah bau limbah menjadi tidak menyengat. Perlakuan limbah tahu dengan EM4 selama 8 hari mempengaruhi nilai TDS, pH, suhu dan bau limbah tahu sehingga memenuhi persyaratan limbah golongan II. Kata kunci: Bioremediasi; limbah cair tahu; EM4; B. subtilis. Abstract. Liquid waste from tofu industry is rich in organic matter and if it is directly discharged into the environment, it potentially become pollutant. Tofu liquid waste in aquatic environment is easily decomposed, thereby it can decrease the environmental carrying capacity for aquatic life. The objective of this study was to determine the ability of consortium culture of effective microorganisms (EM4) and single culture of B. subtilis from natto in bioremediation of tofu waste. Bioremediation was carried out aerobically, the ratio of the inoculum of microorganisms and tofu waste was 1:20 and the incubation period was 8 days. The parameters which measured in this study were TDS, pH, temperature and odor. EM4 and B. subtilis treatments were able to reduce TDS with the percentages of 29.3% and 84.6%, respectively. The pH of the incubation showed an increase to 6.5 in EM4 treatment and 7.6 in B. subtilis treatment from the initial pH is 4.3. The final temperature of tofu waste with EM4 treatment decreased to 27.6◦C and treatment with B. subtilis to 25.8◦C from the initial temperature of tofu waste which was 29.5◦C. Odor measurements showed that only EM4 was able to lowers odor of waste to be less pungent. Treatment of tofu waste with EM4 for 8 days decreased the TDS value, pH, temperature and odor of tofu waste that it meets the requirements for group II of liquid waste. Keywords: Bioremediation, liquid tofu waste, EM4, B. subtilis. PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara agraris dimana sebagian besar penduduknya memiliki pekerjaan sebagai petani. Jumlah penduduk Indonesia yang bekerja sebagai petani merupakan yang terbesar http://journal2.um.ac.id/index.php/jih/index ISSN: 2549-4686 (Online)