89 ISSN: 0215-7950 *Alamat penulis korespondensi: Program Studi Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Halu Oleo. Jalan HEA Mokodompit Gedung D3 Lantai 2, Kampus Hijau Bumi Tridharma Anduonohu, Kendari 93232. Tel: 0401-3193596, Surel: muhtaufk24.mt@gmail.com Volume 19, Nomor 3, Mei 2023 Halaman 89–98 DOI: 10.14692/jf.19.3.89–98 Sebaran Penyakit Daun Keriting Kuning pada Pertanaman Cabai di Sulawesi Tenggara dan Identifkasi Penyebabnya Distribution of Yellow Leaf Curl Disease on Chili in Southeast Sulawesi and Identifcation of the Causal Agent Muhammad Taufk 1 *, Gusnawaty HS 1 , Syair 1 , Rahayu Mallarangeng 1 , Andi Khaeruni 1 , Muhammad Botek 1 , Sedyo Hartono 2 , Noor Aidawati 3 , dan Purnama Hidayat 4 1 Universitas Halu Oleo, Kendari 93232 2 Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta 55281 3 Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru 70714 4 Institut Pertanian Bogor, Bogor 16680 ABSTRAK Penyakit daun keriting kuning pada pertanaman cabai di Sulawesi Tenggara telah dilaporkan sejak tahun 2018, yaitu di Kabupaten Kolaka Timur dan Kota Kendari. Gejala penyakit di lapangan semakin meluas seiring dengan perluasan penanaman cabai. Penelitian bertujuan menghitung kembali insidensi penyakit daun keriting kuning pada pertanaman cabai di Sulawesi Tenggara, mengidentifkasi serangga yang berasosiasi dengan tanaman cabai, dan mengidentifkasi penyebab penyakitnya. Pengamatan insidensi penyakit dilakukan di pertanaman cabai yang berada di Kabupaten Bombana, Konawe Selatan, Konawe, Kendari, Kolaka Timur, Kolaka, dan Kolaka Utara. Identifkasi kutukebul dilakukan berdasarkan karakter morfologi. Deteksi dan identifkasi begomovirus menggunakan metode polymerase chain reaction, yang dilanjutkan dengan analisis sikuensing. Rata-rata insidensi penyakit daun keriting kuning di tujuh kabupaten ialah 36%–90%. Spesies kutukebul yang ditemukan adalah Aleurotrachelus trachoides. Fragmen DNA spesifk begomovirus berukuran 580 pb berhasil diamplifkasi dari sampel tanaman cabai asal tujuh kabupaten di Sulawesi Tenggara. Analisis sikuen mengonfrmasi infeksi Pepper yellow leaf curl Indonesia virus pada pertanaman cabai di Kabupaten Kolaka, Kolaka Utara, Bombana, Konawe, dan Konawe Selatan. Kata kunci: insidensi penyakit, kutukebul, sikuen, virus gemini ABSTRACT Yellow curly leaf disease in chili plantations in Southeast Sulawesi has been reported since 2018, namely in East Kolaka Regency and Kendari City. Disease symptoms in the feld are increasingly widespread, along with the expansion of chili cultivation. This study aimed to recalculate the incidence of yellow leaf curl disease in chili plantations in Southeast Sulawesi, identify insects associated with chili plants, and identify the causes of the disease. The disease incidence was observed in chili plantations in Bombana, South Konawe, Konawe, Kendari, East Kolaka, Kolaka, and North Kolaka Regencies. Whitefy identifcation was carried out based on morphological characters. Detection and identifcation of begomovirus using the polymerase chain reaction method, followed by sequencing