1735 Jurnal Ekonomi Trisakti https://www.e-journal.trisakti.ac.id/index.php/jet Vol. 2 No. 2 Oktober 2022 : hal : 1735-1746 http://dx.doi.org/10.25105/jet.v2i2.14677 e-ISSN 2339-0840 PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE, FINANCIAL DISTRESS, DAN LIKUIDITAS TERHADAP KUALITAS LABA Aprilianus Wanrizky Tita 1* Hotman Tohir Pohan 2 1,2 Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti *Penulis korespondensi : hotman.tohir@trisakti.ac.id Abstract This research was conducted to analyze the effect of good corporate governance, financial distress, and liquidity on earnings quality. The data usedinthis study is secondary data obtained from financial statements manufacturing companies listedon the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2016-2020 period. In this study, earnings quality is measured by discretionary accruals using the Modified Jones Model. From the data collection process, obtained final sampleused will be in research asmuch as 305 sample. The research model used in this study is analysis regression multiple linear. The results of this study indicate that the variable proportion of the Independent Board of Commissioners, of the Audit Committee, financial distress, and liquidity take effect on earnings quality. Keywords: The proportion of independent commissioners, of the audit committee, financial distress, liquidity, earnings quality Artikel dikirim : 24-08-2022 Artikel Revisi : 30-09-2022 Artikel diterima : 04-10-2022 PENDAHULUAN Laporan keuangan adalah jenis kewajiban perusahaan untuk memberikan data tentang posisi moneter perusahaan, pelaksanaan moneter, dan pendapatan yang menguntungkan bagi investor (PSAK No. 1, 2015:3). Laporan keuangan disusun untuk menggambarkan keadaan sebuah perusahaan serta menata, sehingga menjadi kewajiban sebuah perusahaan. Laporan keuangan merupakan laporan yang diperkenalkan perusahaan sebagai penggambaran moneter perusahaan dan kondisi moneter perusahaan dalam suatu periode akuntansi. Struktur kepemilikan lain yang dapat mengurangi tindak manajemen laba adalah kepemilikan manajerial. Semakin banyak saham yang dimiliki oleh pihak manajemen maka praktik manajemen laba akan semakin rendah (Jensen and Meckling, 1976). Proporsi dewan komisaris independen juga berperan penting dalam mekanisme monitoring, namun Jika dewan komisaris independen terlalu banyak maka pengontrolan perusahaan oleh dewan komisaris dianggap kurang optimal karena adanya perbedaan pandangan dalam perusahaan. Laporan mengenai laba perusahaan dipakai investor dan kreditor dalam meningkatkan kinerja manajemen dan untuk menilai laba masa depan (Eka & Kusumaningtias, 2019). Dalam studi ini, pengukuran tata kelola perusahaan dipisahkan menjadi dua, adalah menggunakan pengukuran independensi komite audit dan proporsi dewan komisaris independe. Perhitungan independesi diselesaikan melalui perbandingan kuantitas dewan komisaris dengan komite audit. Perhitungan dewan komisaris diselesaikan melalui perbandingan kuantitas dewan komisaris independen dan kuantitas dewan komisaris perusahaan. Peran pengawan komite audit akan menjadi lebih baik dengan masuknya auditor yang berkualitas. Kontribusi dari seorang auditor yang berkulitas biasanya digambarkan oleh kinerja komite yang aktif dan efektif. Kinerja komite audit yang aktif dan baik akan meningkatkan transparansi laporan keuangan yang