Serambi Engineering, Volume VI, No. 2, April 2021 hal 1854 - 1859 1854 p-ISSN : 2528-3561 e-ISSN : 2541-1934 Peningkatan Nutrisi Pupuk Organik Cair Dari Limbah Pemurnian Minyak Nilam Menggunakan EM4 Titien Sara 1* , Syaifullah Muhammad 2 , Sri Aprilia 3 1 Program Studi Teknik Kimia, Universitas Serambi Mekkah, Banda Aceh 2,3 Program Studi Teknik Kimia, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh *Koresponden email : saratitin_sarah@yahoo.com Diterima: 21 Desember 2020 Disetujui: 22 Maret 2021 Abstract Production of patchouli oil refining the largest waste in Indonesia but still has a high nutrient content and can be used as liquid organic fertilizer. To increase the efficiency of the formation of liquid fertilizer from patchouli waste requires the role of the EM4 bioactivator and chicken manure. The study aims to determine the production of liquid organic fertilizer from patchouli waste with EM4 bioactivator and the addition of chicken manure as well as to analyze the effect of the fermentation time and EM4 solution to obtain a maximum content of N, P, K. The results showed that there was some effects of fermentation time and variable of EM4 on NPK content. The maximum solution of N in the variable solution 8% EM4 with a 3-day fermentation time was 0.34%. The maximum P in the 4% EM4 variable solution with a 9- day fermentation time was 0.10%. The maximum K in the 2% and 4% EM4 variable solution with a 5- day fermentation time was 0.27%. Keywords: patchouli oil refining waste, bioactivator, EM4, NPK Abstrak Produksi limbah penyulingan minyak nilam di Indonesia cukup tinggi dan masih mempunyai kadar hara yang tinggi dan dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair. Untuk meningkatkan efisiensi pembentukan pupuk cair dari limbah nilam memerlukan peranan bioaktivator EM4 dan kotoran ayam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembuatan pupuk cair yang berasal dari limbah nilam dengan bioaktivator EM4 dan penambahan kotoran ayam dan menuganalisa pengaruh volume waktu fermentasi dan voleme EM4 untuk memdapatkan kadar N, P, dan K maksimum. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh waktu fermentasi dan EM4 terhadap kadar NPK. Kadar nitrogen (N) maksimum pada variabel EM4/ larutan 8% dengan waktu fermentasi 3 hari yaitu 0,34%. Kadar fosfor (P) maksimum pada variabel EM4/ larutan 4% dengan waktu fermentasi 9 hari yaitu 0,10%. kadar kalium (K) maksimum pada variabel EM4/larutan 2 dan 4% dengan waktu 5 hari yaitu 0,27%. Kata Kunci : limbah penyulingan minyak nilam, bioaktivator, EM4, nilam, NPK 1. Pendahuluan Tanaman nilam (Pogostemon cablin benth.) adalah salah satu jenis tanaman penghasilan minyak astiri yang penting di Indonesia. Besarnya volume limbah nilam seringkali menjadi masalah bagi pihak industri pengolahan minyak nilam itu sendiri. Maupun lingkungan. Hasil samping dari penyulingan minyak nilam adalah limbah yang terdiri dari ampas sisa daun dan batang. Pupuk cair dapat menghasilkan dari fermentasi tumbuhan dan kotoran hewan secara alami sehingga masyarakat dapat membuat sendiri dan pupuk organik cair telah banyak digunakan dibandingan pupuk padat. Hal ini disebabkan pupuk organik cair memiliki beberapa kelebihan, antara lain lebih mudah tersedia, bersifat ramah lingkungan (tidak merusak tanah dan tanaman), memiliki larutan pengikat sehingga dapat diaplikasi pada tanaman, cepat diserap oleh akar dan daun tanaman [1]. Penggunaan pupuk organik cair memiliki kelebihan dapat memperbaiki strukur tanah sehingga tanah menjadi gambur, meningkatkan daya serap tanah terhadap air karena dapat meningkat air lebih banyak, pembaiki kehidupan biologi tanah, dan unsur hara di dalam pupuk organik cair merupakan makanan bagi tanaman dan sumber unsur hara N, P, dan K. Pemberian pupuk organik cair dengan konsentrasi berimbang berpengaruh terhadap kandungan hara dalam tanah yang akan diserap tanaman untuk melakukan pertumnuhan [2]. Salah satu permasalahan pokok yang dihadapi sebagaian besar tanah di Indonesia yaitu kekurang akan unsur hara, khususnya unsur hara mikro yang sangat diperlukan oleh tanaman untuk meningkatkan hasil dan daya tahan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit.