DOI: http://dx.doi.org/10.20961/bioedukasi-uns.v11i1.19740 BIOEDUKASI: Jurnal Pendidikan Biologi Volume 11, Nomor 1 Halaman 40 - 44 p-ISSN: 1693-265X e-ISSN: 2549-0605 Februari 2018 Kemampuan Berpikir Kreatif Mahasiswa Pendidikan Biologi dalam Penyelesaian Masalah Ekologi Hewan Student’s Creative Thinking Ability of Biology Education Students in Problem Solving about Animal Ecology Agus Setiawan Riyadi * , Dharmono, Akhmad Naparin, Muhammad Zaini Universitas Lambung Mangkurat, Jl. Brigjen Hasan Basri, Banjarmasin, Indonesia *Corresponding authors: agussetri@gmail.com Manuscript received: 20 Juni 2017 Revision accepted: 5 Agustus 2017 ABSTRACT Creative thinking is one of the important competencies as part of the life skills that become one of the national educational purposes. Every individual needs the creative thinking ability to solve problems in life. It is because with creative thinking, individuals can be trained to solve problems in different ways and diverse. Giving problems to be solved by the student’s can trace the creative thinking ability as well, because to solve a problem, one must have the creative thinking ability. The purpose of this research was to describe the student’s creative thinking ability Program Biology Education of Lambung Mangkurat University in problem solving of animal ecology. Type of this descriptive research with a quantitative approach. Population in this research is all student’s Biology Education of Lambung Mangkurat University who have taken animal ecology course in academic year 2015/2016 which amounted to 82 people, with a sample 30% of the population, that is 30 students taken from three categories high, medium and low based on the value of animal ecology course. The data generated in this research were analyzed using data analysis techniques descriptive quantitative. Quantitative data obtained from the results of the assessment of student answers to the question of written assignment that will be analyzed in percentage, then converted into descriptive data according to the category based on the percentage obtained. The results of this research indicate that the level of creative thinking ability student’s Biology Education of Lambung Mangkurat University dominant at the level of quite creative. Keywords: creative thinking ability, problem solving PENDAHULUAN Berpikir kreatif merupakan salah satu kompetensi penting sebagai bagian dari kecakapan hidup (life skills) yang menjadi salah satu tujuan pendidikan nasional. Kurikulum 2013 bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar mempunyai kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif dan efektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dan peradaban dunia (Permendikbud No. 64 tahun 2013). Selain itu, dijelaskan di dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi bahwa untuk meningkatkan daya saing bangsa dalam menghadapi globalisasi di segala bidang, diperlukan pendidikan tinggi yang mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menghasilkan intelektual, ilmuwan, dan/atau profesional yang berbudaya dan kreatif, toleran, demokratis, berkarakter tangguh, serta berani membela kebenaran untuk kepentingan bangsa. Berdasarkan landasan hukum tersebut, dengan jelas dituliskan bahwa kemampuan berpikir kreatif menjadi salah satu kompetensi yang harus dimiliki dan ditingkatkan oleh lulusan Program Sarjana. Kemampuan berpikir kreatif penting dimiliki setiap individu, terlebih pada era ekonomi global berbasis pengetahuan dan teknologi. Liliasari (2011) menyatakan bahwa untuk menghadapi persaingan global, bangsa Indonesia harus meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia (SDM)-nya, agar memiliki daya saing yang tinggi. Kualitas SDM ditandai perkembangan cepat pola berpikir setiap individu untuk mempertahankan dirinya dan memenangkan persaingan. Pola berpikir yang dimaksudkan dapat berupa kemampuan berpikir kreatif, kritis, pemecahan masalah, serta kemampuan mengambil keputusan. Menurut beberapa hasil penelitian, kemampuan berpikir kreatif peserta didik di Indonesia sebagian besar tergolong sedang. Penelitian Humaeroh (2016) menunjukan tingkat kemampuan berpikir kreatif siswa hanya dapat dicapai pada kategori sangat kurang, kurang, dan cukup. Penelitian Fatmawati (2011) menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif mahasiswa melalui pembelajaran berbasis proyek pada perkuliahan mikrobiologi, sebagian besar masih tergolong sedang (50%), sebagian kecil kategori rendah (23,5%) dan tinggi (26,5%). Adapun penelitian Siswono (2010) yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa di kelas VIID SMP Negeri 6 Sidoarjo dalam belajar materi Garis dan Sudut, menunjukan bahwa tidak semua aspek kemampuan berpikir kreatif meningkat, terutama fleksibilitas dalam memecahkan masalah. Kemudian penelitian Annur & Hafizah (2015) juga menunjukan kreativitas ilmiah mahasiswa IPA FKIP ULM masih