Vol. X. Issu 3. September-Des 2022 P - ISSN : 2339-2401 / E-ISSN: 2477-0221 361 Equilibrium : Jurnal Pendidikan https://journal.unismuh.ac.id/index.php/equilibrium/index Uang Panai Sebagai Harga Diri Perempuan Suku Bugis Bone (Antara Tradisi dan Gengsi) Rinaldi 1 , Achmad Hufad 2 , Siti Komariah 3 Muhammad Masdar 4 1 Pendidikan Sosiologi, FIPS Universitas Pendidikan Indonesia Email: rinaldi@upi.edu 2 Pendidikan Sosiologi, FIPS Universitas Pendidikan Indonesia Email : achmadhufad@upi.edu 3 Pendidikan Sosiologi, FIPS Universitas Pendidikan Indonesia Email : sitikomariah@upi.edu 4 Sosiologi Pendidikan, STKIP Cokroaminoto Email : muhammadmasdar710524@gmail.com Abstract. This article aims to understand the meaning of Uang Panai as the self-esteem of Bugis Bone women both in terms of tradition and in terms of prestige, Panai Money is traditionally something that must be fulfilled by men before marrying a Bugis woman, giving Panai Money is sometimes influenced by prestige so that the amount of panai money demanded by women's families is very large. This research uses a case study method with a qualitative approach. The data collection technique is through interviews, observation, and documentation studies. The data is then analyzed by looking at the tradition of giving panai money to women from the Bugis Bone tribe which is then influenced by prestige. The results showed that: 1). Giving panai is traditionally an obligation that must be fulfilled by the men, without panai there can be no marriage. 2). The tradition of panai money becomes prestige in the Bugis Bone community so that the amount of panai money is very high. 3) When you want to see the social status of women, look at the amount of pennies that men give to women, the higher the money that is given, the higher the social status of women. Keywords : Panai Money; Social Status; Tradition; Prestige. Abstrak. Artikel ini bertujuan untuk memahami makna uang panai sebagai harga diri perempuan suku Bugis Bone baik dari segi tradisi maupun dari segi gengsi, uang panai secara tradisi merupakan sesuatu yang harus dipenuhi pihak laki-laki sebelum menikahi perempuan suku bugis, pemberian uang panai terkadang dipengaruhi gengsi sehingga jumlah uang panai yang diminta keluarga perempuan sangatlah besar. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan datanya melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Data kemudian dianalisis dengan melihat tradisi pemberian uang panai kepada perempuan suku Bugis Bone yang kemudian dipengaruhi oleh gengsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Pemberian uang panai secara tradisi merupakan kewajiban yang harus dipenuhi pihak laki-laki, tanpa uang panai maka tidak ada pernikahan. 2). Tradisi uang panai menjadi gengsi dalam masyarakat suku Bugis Bone sehingga jumlah uang panai sangat tinggi. 3) Ketika ingin melihat status sosial perempuan lihatlah berapa jumlah uang panai yang diberikan pihak laki-laki kepada pihak perempuan, semakin tinggi uang panai yang diberikan maka semakin tinggi status sosial perempuan. Kata Kunci : Uang Panai; Status Sosial; Tradisi, Gengsi PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara yang memiliki masyarakat multikultural dengan ragam budaya dan adat istiadat yang tersebar dari pelosok desa sampai kepusat kota yang mencerminkan identitas lokal disetiap daerah yang membedakannya dengan daerah lain. Keragaman budaya setiap daerah berbeda-beda dan memiliki karakteristik tertentu sesuai dengan tradisi adat istiadat dalam suatu masyarakat. Dalam kehidupan masyarakat suku bugis, nilai tradisi yang masih kental dan membudaya sampai sekarang menggambbarkan bagaimana identititas lokal dan watak masyarakat Prodi Pendidikan Sosiologi Sosiologi http://journal.unismuh.ac.id/index.php/equilibrium Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. X. Issu 3. September-Desember 2022