Jurnal Interprofesi Kesehatan Indonesia
Vol. 2, No. 2, Maret 2023, pp. 259-267
ISSN 2807-7563 (print), ISSN 2807-7571 (online)
Journal homepage https://jurnalinterprofesi.com/index.php/jipki
Herliana, dkk | 259
Original Article
Berat Badan Kehamilan, Operasi Sesar dan Pemberian Susu Formula
Berhubungan dengan Kejadian Hiperbilirubinemia
Pregnancy weight, cesarean section and formula feeding are associated with hyperbilirubinemia
Ade Herna Herliana
1
, Fanni Hanifa
2
, Retno Puji Astuti
3
, Bram Burmanajaya
4
1,4
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bogor,
2,3
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju
Email: adeherna33@gmail.com
1
Abstract Hak Cipta
Latar belakang: Hiperbilirubin merupakan penyebab
paling banyak terjadi pada neonatus. Hiperbilirubinemia
dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor
maternal, faktor perinatal dan faktor neonatal. Diantara
penyebab hiperbilirubinemia yaitu berat badan kehamilan,
operasi sesar dan pemberian susu formula.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan berat badan
kehamilan, operasi Caesar dan pemberian susu formula
dengan kejadian hiperbilirubinemia fisiologis di RSUD Kota
Bogor.
Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan
pendekatan cross-sectional. Sampel adalah semua bayi
kejadian hiperbilirubin di RSUD Kota Bogor selama periode
Juni-Oktober 2021 sebanyak 64 responden. Teknik
pengambilan sampel menggunakan purposive sampling.
Alat ukur menggunakan data sekunder (rekam medik).
Analisis data menggunakan chi square dengan α 0,05.
Hasil: Hasil uji analisis statistik hubungan operasi caesar
dengan kejadian hiperbilirubin nilai (p-value = 0,000),
hubungan berat badan kehamilan dengan kejadian
hiperbilirubin nilai (p-value = 0,000), dan hubungan susu
formula dengan kejadian hiperbilirubin (p-value = 0.001).
Kesimpulan: Dari ketiga variabel dalam penelitian ini
semuanya terdapat hubungan antara berat badan kehamilan,
operasi sesar, susu formula dengan kejadian
hiperbilirubinemia di RSUD Kota Bogor Tahun 2022.
©2023 Artikel ini memiliki akses terbuka dan
dapat didistribusikan berdasarkan ketentuan
Lisensi Atribusi Creative Commons, yang
memungkinkan penggunaan, distribusi, dan
reproduksi yang tidak dibatasi dalam media
apa pun, asalkan nama penulis dan sumber
asli disertakan. Karya ini dilisensikan di
bawah Lisensi Creative Commons
Attribution Share Alike 4.0 Internasional.
Editor: ALR
Diterima: 20/08/2022
Direview: 13/03/2023
Publish: 23/03/2023
Keyword: berat badan kehamilan, sesar, hiperbilirubin, susu
formula
Available Article: (doi)
10.53801/jipki.v2i2.52
Pendahuluan
Kematian bayi (AKB) merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk
mengetahui kesehatan anak. Kematian bayi adalah 50%, pada bayi dan 50% pada minggu
pertama kehidupan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, pada tahun 2019 terdapat 2,6 juta
kematian bayi pada tahun 2018, atau 7.000 kematian bayi baru lahir setiap hari. Kematian
neonatus disebabkan oleh sejumlah faktor, termasuk penyakit pernapasan, kelahiran kurang
bulan, sepsis, hiperbilirubinemia, kejang, dan trauma lahir. Hal ini disebabkan sejumlah faktor
reproduksi seperti jalan lahir, usia kehamilan, dan komplikasi kehamilan.
1
Angka kematian bayi
(AKB) Indonesia merupakan yang tertinggi di ASEAN.
2
Hiperbilirubinemia merupakan salah
satu penyebab utama kematian bayi akibat kegawatdaruratan dan komplikasi neonatal. Ini
mengandung beberapa faktor risiko seperti berat lahir, usia kehamilan, dan jenis kelamin.
Frekuensi hiperbilirubinemia merupakan penyebab utama kelahiran bayi baru lahir 30 - 50%.
Hiperbilirubinemia terjadi 3-5 hari setelah lahir, 20-50% bayi baru lahir matang secara seksual