Copyright © 2022 The Author. JKLI, ISSN: 1412-4939 – e-ISSN: 2502-7085.
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia
21 (2), 2022, 225 – 234
DOI : 10.14710/ jkli.21.2.225-234
Logam Berat dan Probabilistik Penilaian Risiko Kesehatan
Melalui Konsumsi Beras dari Lahan Sawah di Hulu Sungai
Citarum
Cicik Oktasari Handayani*, Sukarjo, Triyani Dewi, Hidayatuz Zu’amah
Balai Penelitian Lingkungan Pertanian Jl. Raya Jakenan-Jaken Km.5 Kotak Pos 5, Jaken Pati Jawa Tengah, Indonesia
*Corresponding author: cicik.oktasari@gmail.com
Info Artikel:Diterima 26 April 2022 ; Direvisi 30 Mei 2022 ; Disetujui 20 Juni 2022
Tersedia online : 27 Juni 2022 ; Diterbitkan secara teratur : Juni 2022
Cara sitasi (Vancouver): Handayani CO, Sukarjo S, Dewi T, Zu’amah H. Logam Berat dan Probabilistik Penilaian Risiko
Kesehatan Melalui Konsumsi Beras dari Lahan Sawah di Hulu Sungai Citarum. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia
[Online]. 2022 Jun;21(2):225-234. https://doi.org/10.14710/jkli.21.2.225-234.
ABSTRAK
Latar belakang: Beras merupakan salah satu makanan pokok masyarakat Indonesia sehingga perlu adanya
jaminan keamanan pada beras khususnya bebas dari cemaran logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui kandungan konsentrasi logam berat pada beras yang ditanam pada lahan pertanian di Kabupaten
Bandung dan menganalisis risiko kesehatan masyarakat yang mengkonsumsi beras tersebut.
Metode: penentuan lokasi pengambilan contoh dilakukan dengan metode purposive sampling pada lahan
pertanian yang siap panen di beberapa kecamatan di Kabupaten Bandung dengan jumlah contoh beras sebanyak
26 sampel. Analisis logam berat yang dilakukan adalah analisis logam berat Pb, Cd, Cr, Ni, Co, Cu dan Zn
dengan ekstrak HNO
3
:HClO
4
dan diukur menggunakan Atomic Absorbption Spectrophotometer (AAS). Analisis
probabilistik penilaian risiko kesehatan masyarakat dilakukan dengan menganalisis nilai estimated daily intake
(EDI), estimated weekly intake (EWI), risiko non-karsinogenik dan risiko karsinogenik.
Hasil: semua contoh beras mengandung logam berat Cr, Co, Cu dan Zn dengan nilai konsentrasi berturut-turut
berkisar antara 0.64-2.28 mgkg
-1
, 1.18-2.66 mgkg
-1
, 0.64-3.47 mgkg
-1
dan 5.44-8.69 mgkg
-1
. Konsentrasi logam
Cu pada contoh beras yang diambil pada lahan pertanian kawasan industri berbeda nyata dengan contoh beras di
luar kawasan industri dengan nilai p sebesar 0.014. Risiko non-karsinogenik yang ditimbulkan jika
mengkonsumsi beras dari lahan pertanian Kabupaten Bandung tidak mungkin untuk terjadi karena nilai hazard
index (HI) menunjukkan angka <1, nilai HI secara berurutan yaitu anak-anak (0.0880)>remaja (0.0370)>dewasa
(0.0259)>manula (0.0281) dan risiko karsinogenik juga menunjukkan nilai yang dapat ditoleransi karena di
bawah 10
-4
untuk semua katogeri umur (anak-anak, remaja, dewasa, manula) dengan nilai cancer risk (CR)
berturut-turut sebesar 6.15x10
-7
, 6.72x10
-7
, 2.53x10
-6
dan 2.74x10
-6
.
Simpulan: beras yang dihasilkan dari lahan pertanian di Kabupaten Bandung aman untuk dikonsumsi oleh
masyarakat karena risiko kesehatan yang ditimbulkan masih dapat ditoleransi
Kata kunci: beras; Citarum; logam berat; risiko kesehatan
ABSTRACT
Title: Heavy Metals and Probabilistic Risk Assessment Via Rice Consumption From Rice Fields in Upstream
of The Citarum River
Background: Rice is one of the staple foods of the Indonesian people, so it is necessary to guarantee the safety
of rice, especially free from heavy metal contamination. This study aims to determine the concentration of heavy