Prosiding Jurnalistik http://dx.doi.org/10.29313/.v7i1.27191 243 Opini Siswa Mengenai Tayangan Kartun Spongebob Squarepants Adrian Firas Setiadi, A. Sigit Pramono Hadi Program Studi Ilmu Komunikasi, Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Inter Studi Jl Wijaya II No 62 Jakarta 12160 adrianfiras95@gmail.com AbstractThis study aims to find out and understand students' opinions about the Spongebob Squarepants cartoon program because the Spongebob Squarepants cartoon program has been reprimanded for presenting a fighting scene which is considered to have a negative impact on the audience, especially children. The content is deemed inappropriate for display because it can lead to children's opinions so that there is a misperception. The research method used is quantitative research methods with descriptive research. The population taken by the researcher was 7th grade students of SMPN 3 Bogor 2020/2021. The sampling technique used is probability sampling with a sample size of 65 people. The research was analyzed quantitatively using SPSS software. The results of the research findings showed that students' opinions about the Spongebob Squarepants cartoon show were positive. This is shown in the dimension of trust, respondents have a positive opinion on the Spongebob Squarepants cartoon show with the item "I realize the importance of seeing the good side of the Spongebob Squarepants cartoon (such as about friendship)" as the strongest, then in the value dimension the respondent has an opinion that is quite positive on the Spongebob Squarepants cartoon show with the item "I judge the blur in the scene Sandy" the squirrel "wearing a bikini should be done" as the strongest, and finally on the expectation dimension, respondents have a positive or even very positive opinion with the item "I hope to take the good things from the cartoon Spongebob Squarepants "as the most powerful. KeywordsBroadcasting, Spongebob Squarepants, Opinion. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami opini siswa mengenai tayangan kartun Spongebob Squarepants karena program kartun Spongebob Squarepants pernah ditegur karena dinilai menyajikan adegan berkelahi yang dinilai dapat berdampak buruk bagi penonton, terutama anak-anak. Konten tersebut dirasa tidak pantas ditayangkan karena dapat menggiring opini anak-anak sehingga terjadi salah persepsi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan penelitian deskriptif. Populasi yang diambil oleh peneliti adalah Siswa/Siswi kelas VII SMPN 3 Bogor 2020/2021. Teknik sampling yang di gunakan adalah probability sampling dengan jumlah sampel sebanyak 65 orang. Penlitian dianalisis secara kuantitatif menggunakan software SPSS. Hasil temuan penelitian menunjukan opini siswa mengenai tayangan kartun Spongebob Squarepants adalah positif. Hal ini ditunjukkan pada dimensi kepercayaan, responden memiliki opini yang positif terhadap tayangan kartun Spongebob Squarepants dengan item “Saya menyadari pentingnya untuk melihat sisi baik dari kartun Spongebob Squarepants (seperti tentang persahabatan)” sebagai yang paling kuat, lalu pada dimensi nilai responden memiliki opini yang cukup positif terhadap tayangan kartun Spongebob Squarepants dengan item “Saya menilai blur pada adegan Sandy "si tupai" memakai bikini sudah seharusnya dilakukan” sebagai yang paling kuat, dan terakhir pada dimensi pengharapan responden memiliki opini yang positif atau bahkan hampir sangat positif dengan item “Saya berharap dapat mengambil hal baik dari kartun Spongebob Squarepants” sebagai yang paling kuat. Kata KunciPenyiaran, Spongebob Squarepants, Opini. PENDAHULUAN Perkembangan yang sangat pesat terjadi pada industri pertelevisian di Indonesia, setelah 27 tahun TVRI berdiri sebagai satu-satunya saluran televisi yang dapat ditonton oleh penduduk Indonesia, barulah pada sekitar tahun 1989, pemerintah memberikan surat izin beroperasi kepada beberapa kelompok usaha Bimantara untuk membuka sebuah stasiun televisi RCTI yang merupakan saluran televisi kedua di Indonesia, disusul dengan kemunculan stasiun TV SCTV, Indosiar, ANTV dan TPI yang mengutamakan program berita (Askurifai, 2009) Sebagai salah satu media hiburan yang mampu memberikan beraneka ragam pilihan, stasiun televisi berupaya untuk menjangkau permintaan berbagai kalangan usia pemirsanya. Dengan berkembanganya industri televisi, program tayangannya pun semakin beragam. Televisi menghadirkan berbagai tontonan gratis yang dapat dinikmati oleh pemirsanya kapan saja. Semakin beragamnya kebutuhan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat, setiap stasiun televisi pun ikut berusaha memberi yang terbaik. Karena persaingan pihak stasiun televisi pun dituntut untuk menciptakan dan menayangkan program-program yang menarik. Terlebih media televisi mempunyai fungsi yaitu menayangkan dan memberi informasi kepada khalayak luas (Effendy, 2003). Tetapi, banyak tayangan televisi yang dirasa berdampak negatif oleh para penonton. Tayangan seperti sinetron, drama televisi bahkan tayangan kartun pun banyak yang mendapat sanksi dari Komisi Penyiaran Indonesia. Tayangan-tayangan tersebut dirasa tidak mendidik atau memberikan tayangan yang dianggap negatif. KPI melayangkan sanksi terhadap program-program televisi