Volume 7 No. 2 Mei 2022 ISSN (print) 2477-2089 (online) 2621-1262 Jurnal Rekayasa Sistem Industri Page 84 ANALISIS RISIKO ERGONOMI PADA PEKERJA OFFICE BOY DI PT. XYZ (STUDI KASUS PENDISTRIBUSIAN AIR GALON) Tri Novita Sari 1 Asri Amalia Muti 2 Nofan Hadi Ahmad 3 1 Program Studi Teknik Industri, Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta. 2 Program Studi Teknik Industri, Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama, Pasuruan 3 Program Studi Manajemen Logistik Industri Agro, Politeknik ATI Padang * Email: tri.novitasari@unindra.ac.id Abstract An Office Boy (OB) has a big role in helping employees in a company. PT XYZ is one of modern office building located in Jakarta’s prime business district along Jalan Thamrin, Jakarta. PT XYZ has office boys, the office boy’s job includes cleaning and tidying the room and office equipment, serving requests of employees and company guests. The job of distributing gallons of water carried out by the office boy from the pantry to the 13 divisions is a tough job. It is important to know the risk and the force that occurs on the spine as well as an ergonomic risk analysis. The force received by the spine (L5/S1) is 2253.34 N, where the force is still within normal limits, but based on the REBA method the activity of lifting gallons of water poses a very high ergonomic risk. This risk can cause injury, especially if it is done for a long period of time. It is necessary to improve work posture such as lifting a lower body posture/squatting or with another device. Keywords: ergonomic risk, REBA, injury 1. Pendahuluan Office Boy (OB) atau biasa disebut cleaning service merupakan salah satu divisi pekerjaan yang ada di sebuah perusahaan. PT XYZ merupakan salah satu kawasan perkantoran modern dengan integrasi kreatif bisnis, akomodasi hotel dan fasilitas hiburan yang terletak di Jl. MH Thamrin Jakarta. PT XYZ memiliki staf OB. OB berperan dalam membantu karyawan atau staf kantor untuk melakukan pekerjaan diluar pekerjaan karyawan atau staf tersebut (Security, 2018). OB adalah seorang laki laki maupun wanita yang dipekerjakan menjadi seorang pesuruh disebuah kantor (Apriani, Lubis, Safli, & Suhada, 2018). Tugas OB pada sebuah perusahaan diantaranya membersihkan dan/ atau merapikan meja, kursi, komputer dan peralatan lainnya, mengirim atau mengambil dokumen antar divisi/bagian, melayani permintaan fotokopi, menyediakan minuman untuk para karyawan, mendistribusikan air galon antar divisi dan lain sebagainya. Kegiatan mendistribusikan air galon yang dilakukan oleh OB di PT XYZ merupakan pekerjaan yang berat. OB setiap harinya harus mendistribusikan air galon ke 13 divisi yang ada di PT XYZ. Pemindahan air galon secara manual disebut juga Manual Material Handling (MMH). MMH apabila tidak dilakukan secara ergonomis akan menimbulkan kecelakaan kerja. Kecelakaan yang disebut sebagai Over exertion lifting and carrying” adalah kerusakan jaringan tubuh akibat mengangkat beban berlebih (Sukania, 2017). Sebelum terjadinya kecelakaan kerja yang fatal, biasanya ditandai dengan adanya keluhan. Keluhan tersebut terjadi pada bagian otot skeletal (otot leher, bahu, lengan, tangan, jari, punggung, pinggang dan otot bagian bawah). Keluhan tersebut berupa rasa sakit yang sangat ringan sampai sangat sakit. Keluhan tersebut terjadi apabila otot menerima beban statis secara berulang dalam waktu yang relatif lama. Keluhan ini disebut Musculoskeletal Disorders (MSDs) (E, 1988). MSDs yang dirasakan oleh OB PT XYZ yaitu berupa sakit punggung dan pinggang saat atau setelah mendistribusikan air galon. Pada proses pendistribusian air galon, tahap yang berisiko terhadap sakit pinggang adalah ketika awal pengangkatan air galon dari posisi lantai karena OB harus membungkukkan punggung. Pada proses ini terdapat gaya tekan di