JURNAL IJTIMAIYA Vol. 3 No. 2 Tahun 2019 | 86 – 186
Ijtimaiya : Journal of Social Science Teaching
Vol. 03 No. 02 Tahun 2019
Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial
Institut Agama Islam Negeri Kudus
http://journal.stainkudus.ac.id/index.php/Ijtimaia
p-issn: 2580-8990
Proses Pembuatan Garam dari Pemanfaatan Air Laut (Studi Kasus Petani
Garam Desa Kedung Mutih Kecamatan Wedung Kabupaten Demak)
Khoirin Nida a
, 1
, Maulidina Husna b
, 2
, Alief Lukman Hakim c
, 3
, Lenny Yusrul Hanna d
, 4
a
IAIN, knida4615@gmail.com
b
IAIN,Maulidinahusna01@gmail.com
c
IAIN, Lukmanalief@gmail.com
d
IAIN, Lennyhanna1@gmail.com
Informasi
artikel
ABSTRACT
Sejarah artikel:
Diterima
Revisi
Dipublikasikan
Wedung District consists of 20
th
villages, one of which is the village of Kedung Mutih. Most
of the people in Kedung Mutih Village depend on sea products and ponds. Many people
work as fishermen and salt farmers. This village has also been named as the largest salt
producing village in Demak Regency. In addition to the village with the highest salt
production, Kedung Mutih village itself is a village with good quality salt making and has a
high economic value. Looking for this research to study the process of making salt in the W
artificial Mutih Village by using a qualitative descriptive method. The qualitative
descriptive method is carried out by examining the situation carried out through discussion
or describing the objective situation obtained from sources in the field. While the techniques
used in data collection are done through observation, interviews, observation and literature
studies. The results of this study indicate that the salting process in the Mutih Wong Village
uses a variety of methods, which are used in traditional or modern techniques. The amount
produced is the quality of salt, the amount of salt produced and the income of salt farmers.
It is from the existence of a slightly different salt production process in Kedung Mutih
Village that has produced a different way of producing local wisdom.
Kata kunci:
Economic Value
Salt Making
Process
Local Wisdom
ABSTRAK
Keyword:
Nilai Ekonomi
Proses
Pembuatan
Garam
Kearifan Lokal
Kecamatan Wedung terdiri dari dua puluh desa/kelurahan, salah satunya adalah desa
kedung mutih. Masyarakat di Desa kedung mutih sebagian besar mereka menggantungkan
hidupnya pada hasil laut dan tambak. Sehingga banyak sekali masyarakat yang berprofesi
sebagai nelayan dan petani garam. Desa ini juga telah dinobatakan sebagai desa penghasil
garam tebesar di Kabupaten Demak. Selain desa dengan pengahasil garam terbesar, desa
Kedung Mutih sendiri adalah desa dengan pembuatan garam yang berkualitas baik dan
memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui proses pembuatan garam yang ada di Desa Kedung Mutih dengan
menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode deskriptif kualitatif dilakukan dengan
menafsirkan keadaan yang terjadi melalui gambaran atau mendeskripsikan keadaan secara
objektif yang diperoleh dari beberapa narasumber di lapangan. Sedangkan Teknik yang
digunakan dalam pengumpulan data dilakukan melalui dari observasi, wawancara,
dokumentasi dan studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses
penggaraman di Desa Kedung Mutih menghadapi berbagai persoalan salah satunya
penggunaan teknik yang dilakukan dengan cara tradisional ataupun modern. Sehingga akan
berpengaruh pada kualitas garam, jumlah garam yang dihasilkan dan pendapatan petani
garam. Dari adanya proses produksi garam yang sedikit berbeda di Desa Kedung Mutih hal
inilah yang menghasilkan suatu cara yang berbeda sehingga menghasilkan suatu kearifan
lokal.
Copyright © 2019 Tadris IPS Institut Agama Islam Negeri Kudus. All RightReserved