Jurnal Kesehatan Manarang, Volume 8, Nomor 1, April 2022, pp. 01 09 ISSN 2528-5602 (Online), ISSN 2443-3861 (Print) doi: https://doi.org/10.33490/jkm.v8i1.525 Jurnal Kesehatan Manarang ANALISIS KUALITAS BAKTERIOLOGIS AIR MINUM & TINDAKAN IBU DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA Alifatu Rosyida Yuri 1 , Aliefiyah Na’imatul Azizah 2 , Ahmad Rido’i Yuda Prayogi 3 , Retno Adriyani 4 1 Prodi S1 Kesehatan Masyarakat PSDKU Universitas Airlangga Banyuwangi 2,4 Departemen Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga 3 Departemen Environmental Health and Safety Wilmar Group Indonesia ARTICLE INFO ABSTRACT Article history Submitted : 2021-10-28 Revised : 2022-02-06 Accepted : 2022-04-16 Diarrhea in children under five is one of the health problems in Indonesia with 21 of outbreak with a total of 1,725 cases and 34 deaths with a Case Fatality Rate (CFR) of 1.97%. Springs are one of the sources of drinking water that are widely used by the community with 1.8 billion people still using sources that are contaminated with faeces. Objective to analyze the bacteriological quality of drinking water sourced from springs and the actions of mothers with the incidence of diarrhea in children under five in Paspan Village, Glagah District, Banyuwangi. This type of research is a quantitative research with a cross sectional study design. The population in this study were 47 housewives who had toddlers in Paspan Village. This study consisted of 3 samples, namely 1 sample of clean water managed by community, 28 samples of respondent's drinking water and housewives who have toddlers using simple random sampling method. The result of study showed that 75% of the bacteriological quality of drinking water had met the requirements and 53.6% of the mother's actions were in the bad category. A total of 7.1% of children under five in Paspan Village experienced diarrhea. Bacteriological quality of drinking water sourced from springs (p = 0.056) and maternal actions (p = 0.040). There is no relationship between bacteriological quality and the incidence of diarrhea in children under five. However, there is a relationship between maternal actions and the incidence of diarrhea in children under five in Paspan Village, Glagah District, Banyuwangi. Keywords: Drinking Water; Children; Diarrhea ABSTRAK Kata Kunci: Air Minum; Balita; Diare This is an open access article under the CC BY-SA license: Diare pada balita merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia dengan pernah terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) sebanyak 21 kali dengan total kasus 1.725 dan 34 kematian dengan Case Fatality Rate (CFR) sebesar 1,97 %. Mata air merupakan salah satu sumber air minum yang banyak digunakan masyarakat dengan 1,8 miliar jiwa penduduk masih menggunakan sumber yang terkontaminasi fekal. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kualitas bakteriologis air minum bersumber mata air dan tindakan ibu dengan kejadian diare pada balita di Desa Paspan, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 47 ibu rumah tangga yang memiliki balita di Desa Paspan. Penelitian ini terdiri dari 3 sampel yaitu 1 sampel air bersih yang dikelola oleh masyarakat, 28 sampel air minum responden dan ibu rumah tangga yang memiliki balita dengan metode pengambilan simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan 75% kualitas bakteriologis air minum sudah memenuhi syarat dan 53,6% tindakan ibu dalam kategori buruk. Sebanyak 7,1% balita di Desa Paspan mengalami diare. Kualitas bakteriologis air minum bersumber mata air (p = 0,056) dan tindakan ibu (p = 0,040). Tidak ada hubungan kualitas bakteriologis dengan kejadian diare pada balita. Namun, terdapat hubungan antara tindakan ibu dengan kejadian diare pada balita di Desa Paspan, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Corresponding Author: Retno Andriyani Departemen Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Telp. 082143381231 Email: retnoadriyani@fkm.unair.ac.id PENDAHULUAN Air memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia untuk menjamin kelangsungan hidup. Kebutuhan air pada manusia dapat berupa air bersih dan air minum yang saat digunakan harus memenuhi syarat secara kualitas, kuantitas, dan kontinuitas. Menurut data yang diperoleh SDG’s bahwa