80 DOI: 10.22146/farmaseutik.v19i1.71576 | MF Vol 19 No 1, 2023 Majalah Farmaseutik Vol. 19 No. 1: 80-90 ISSN-p : 1410-590x ISSN-e : 2614-0063 Analisis Dampak The Agreement on Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights (TRIPs) pada Ketersediaan Obat dan Vaksin Covid-19 Analysis of the Impact of the Agreement on Trading Aspects of Intellectual Property Rights (TRIPs) on Availability of Drugs and Vaccines for Covid-19 Kadek Maylena Putri Yuliawan 1 , Mario Franky Joris 1* , Dwi Endarti 2 1 Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada 2 Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada Corresponding author: Muvita Rina Wati: Email: mario.f.j@mail.ugm.ac.id Submitted: 25-12-2021 Revised: 20-04-2022 Accepted: 27-04-2022 ABSTRAK Adanya perjanjian TRIPs membuat aksesibilitas obat dan pelayanan kesehatan menjadi terhambat karena dibatasi oleh adanya paten, terutama pada masa pandemi Covid-19. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dampak dari implementasi TRIPs terhadap ketersediaan obat dan vaksin Covid-19 pada beberapa negara selama masa pandemi. Studi ini dilakukan dengan menggunakan metode studi pustaka, dimana dilakukan pencarian literatur menggunakan berbagai macam database dan kata kunci. Hasilnya, dalam pelaksanaan TRIPs, TRIPs menghalangi ketersediaan obat-obatan esensial, terutama di negara berkembang. Maka dari itu, muncul fleksibilitas TRIPs yang dianggap dapat menjadi opsi dan solusi dalam mengatasi aksesibilitas pelayanan kesehatan, terutama obat dan vaksin Covid-19 selama masapandemi. Dengan adanya fleksibilitas TRIPs, banyak negara dan juga perusahaan farmasi yang memanfaatkan fleksibilitas ini sehingga menjamin ketersediaan obat dan vaksin esensialuntuk penanganan pandemi Covid-19. Kata kunci: TRIPs; fleksibilitas TRIPs; ketersediaan obat; Covid-19 ABSTRACT The existence of the TRIPs agreement has hampered the accessibility of health services because it is limited by the existence of patents, especially during the Covid-19 pandemic. This study aims to analyze the impact of implementing TRIPs on the accessibilityof COVID-19 drugs and vaccines in several countries during the pandemic. This research was conducted using the literature study method, where the literature search was carried out using various databases and keywords. As a result, in the implementation of TRIPs, TRIPs hinder the accessibility of essential medicines, especially in developing countries so that the flexibility of TRIPs appears. With the flexibility of TRIPs, many countries as well as pharmaceutical companies are taking advantage of this flexibility to ensure the availability ofessential drugs and vaccines for handling the Covid-19 pandemic. Keywords: TRIPs; TRIPs flexibilities; drug availability; Covid-19 PENDAHULUAN Hak Kekayaan Intelektual (HKI) diartikan sebagai hak eksklusif yang diberikan kepada orang-orang atas ciptaan pikiran mereka untuk jangka waktu tertentu (WTO, 2017). HKI pada level internasional telah diatur dalam perjanjian Trade Related Aspect on Intellectual Property Rights (TRIPs), yang kemudian menjadi standar perlindungan HKI yang tentunya telah disepakati oleh negara-negara anggota World Trade Organization (WTO) sebagai bagian dari kesepakatan perdagangan multilateral. Kesepakatan TRIPs merupakan suatu perlindungan terhadap invensi, yaitu dengan mengharuskan adanya suatu perlindungan paten secara universal pada setiap invensi di bidang teknologi, termasuk teknologi pengobatan dan bioteknologi (Sanib, 2019). Eksistensi dari kesepakatan inilah yang kemudian mengisyaratkan suatu kewajiban bagi negara-negara yang tergabung dalam WTO untuk membuat konstituen yang mengatur perlindungan terhadap Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Paten merupakan salah satu cabang Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang melindungi penemuan atas invensi baru dalam bidang teknologi. Paten memberikan hak eksklusif