18 aksen Volume 4 Nomor 1 Oktober 2019 KAJIAN DESAIN INTERIOR RUANG TUNGGU CIP LOUNGE BANDARA DI INDONESIA Rr. Chandrarezky Permatasari, S.Sn., M.Ds. a/ , Drs. Yohannes Nugroho M.Sn. b/ a/ b/ Fakultas Desain dan Seni Kreatif, Universitas Mercu Buana, Jakarta Alamat email untuk surat menyurat : chandrarezky@mercubuana.ac.id a/ , ngrh_associates@yahoo.com b/ ABSTRACT CIP lounge (Commercial Important Person) have evolved since the frequency of the passenger’s number using airlines at airports that will depart or transit. To be able to attract visitors to the public waiting room, CIP lounge not only offers food menus and service quality but also supported by room facilities according to the demands of the user’s lifestyle and supported by the atmosphere of the room that can provide user satisfaction. The atmosphere of the space can be formed visually through its interior design elements that meet the design principles. The subjects in this study are CIP Mandiri Priority Kualanamu and CIP Bluesky Lounge Sepinggan Airport as a comparative case study to fnd out whether it meets the design principles. Where the atmosphere of the resulting space can provide user comfort to fnd out the characteristics of the CIP lounge waiting room that is presented. The interior atmosphere can be formed through the aesthetic aspects that are applied to the layout arrangement, the elements forming the space, the elements of the space fllers, the decorative elements of the room and the lighting system. The research method used a qualitative description approach by examining elements of the interior design of existing space facilities with the approach of Interior design theory from Francis D.K. Ching as a theory of function, form, technique and space in accordance with the principle of unity in design by outlining in detail the interior design arrangement system of the second waiting room of CIP Lounge. This research concludes that the application of interior design is following by design principles that produce different interior compositions according to the characteristics of the atmosphere of the image from two lounges while still providing a comfortable, clean, and pleasant atmosphere for users. Keywords : Airport CIP Lounge, Atmosphere, Comfort, Interior Design Theory, Qualitative Description Method ABSTRAK Ruang Tunggu CIP (Commercial Important Person) lounge berkembang sejak meningkatnya frekwensi jumlah penumpang yang menggunakan maskapai penerbangan di bandara yang akan berangkat atau transit . Untuk dapat menarik minat pengunjung datang ke ruang tunggu publik CIP lounge tidak hanya menawarkan menu makanan dan kualitas pelayanan, tetapi juga dildukung fasilitas ruang sesuai tuntutan gaya hidup pengguna serta didukung suasana ruang yang dapat memberikan kenyamanan kepuasan pengguna. Suasana ruang dapat dibentuk secara visual melalui elemen desain interiornya yang memenuhi prinsip prinsip desain.Objek pada penelitian ini adalah CIP Mandiri Prioritas Kualanamu dan CIP Bluesky Lounge Bandara Sepinggan sebagai studi kasus pembanding untuk mengetahui apakah memenuhi kaedah prinsip-prinsip desain. Dimana suasana ruang yang dihasilkan dapat memberi kenyamanan pengguna dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik suasana ruang tunggu CIP lounge yang dihadirkan. Atmosphere suasana interior dapat terbentuk melalui aspek estetikanya yang diterapkan pada penataan layout, elemen pembentuk ruang, elemen pengisi ruang, elemen dekoratif ruang dan sistem pencahayaan. Metode penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan deskripsi kualitatif dengan mengkaji elemen desain interior fasilitas ruang yang ada dengan pendekatan teori desain Interior dari Francis D.K. Ching yaitu teori fungsi, bentuk, teknik dan ruang sesuai dengan prinsip kesatuan dalam desain dengan menguraikan gambaran secara mendetail sistem penataan desain interior ruang tunggu kedua CIP lounge berada. Hasil kesimpulan dari dari penelitian ini adalah penerapan pada desain interior sesuai dengan kaedah prinsip desain yang menghasilkan komposisi tatanan interior yang berbeda sesuai karakteristik terhadap suasana citra ruang kedua lounge, namun tetap memberikan suasana yang nyaman, bersih, dan welcome bagi pengguna. Kata Kunci : Ruang Tunggu CIP Lounge Bandara, Atmosphere, Kenyamanan, Teori Desain Interior, Metode Deskripsi Kualitatif . https://doi.org/10.37715/aksen.v4i1.1032