JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo) : Vol 3, No 2, April 2021 Halaman: 150-156 eISSN : 2548-1908 150 Potensi Peternakan Sapi Bali Terintegrasi Perkebunan Kelapa Sawit di Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka Potential of Bali Cattle Farm Integrated Oil Palm Plantation In Tanggetada District, Kolaka Regency Laode Muh. Munadi¹, Muhammad Amrullah Pagala 1 , Rahman 1 1 Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo, Sulawesi Tenggara, Indonesia Email: lmmunadi@gmail.com Abstrak. Potensi integrasi sapi dengan perkebunan kelapa sawit merupakan alternatif dalam menanggulangi kekurangan pakan. Penelitian bertujuan mengidentifikasi potensi peternakan sapi terintegrasi perkebunan sawit di Kecamatan Tanggetada Kabupaten Kolaka. Penelitian menggunakan metode survei dengan penentuan lokasi secara acak ( Purposive Sampling). Selanjutnya, data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan karakteristik serta potensi pengembangan ternak sapi Bali. Hasil penelitian menunjukkan sebagian peternak menggunakan jenis pakan limbah kelapa sawit seperti daun sawit sebanyak 28%. Tetapi, untuk pelepah sawit, lumpur sawit, bungkil inti sawit dan tandan kosong belum dimanfaatkan untuk pakan ternak. Sehingga, dapat disimpulkan dengan luas perkebunan sawit 4924.02 hektar berpotensi untuk pengembangan ternak sapi Bali karena produksi limbah sawit pertahun sebanyak 1.046.143 ton dengan populasi sapi Bali 2.143 ekor. Kata kunci: Integrasi, Sapi Bali, Perkebunan Sawit Abstract. The potential integration of cows with oil palm plantations is an alternative in tackling feed shortages. The research aims to identify the potential of integrated cattle farming of oil palm plantations in Tanggetada Subdistrict, Kolaka Regency. Research using survey method with random location determination (Purposive Sampling). Furthermore, the data is analyzed descriptively to describe the characteristics and potential of Bali cattle development. The results showed some farmers use a type of palm oil waste feed such as palm leaves as much as 28%. However, palm oil, palm oil, palm kernel meal and empty bunches have not been used for animal feed. Thus, it can be concluded with an area of 4924.02 hectares of oil palm plantations potentially for the development of Bali cattle palm waste production per year to as 1,046,143 tons with a population of 2,143 Balinese cattle. Keywords: Integration, Bali Cattle, Palm Oil Plantation 1. Pendahuluan Sistem integrasi adalah pemanfaatan seluruh komponen yang terdapat dalam suatu kawasan sehingga menghasilkan produk pertanian seimbang. Pertanian terpadu pada hakekatnya melibatkan makhluk hidup dalam beberapa tahapan serta memerlukan ruang dalam jangka waktu tertentu dalam proses produksi [1, 2, 3, 4]. Melalui pertanian terpadu pengikatan bahan organik dalam tanah dapat meminimalisir penyerapan karbon sehingga dampak buruk terhadap lingkungan dapat diturunkan [5]. Sistem Integrasi merupakan serangkaian cara dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Sehingga, keseimbangan ini akan menghasilkan produktivitas tinggi dan keberlanjutan sekaligus produksi terjaga secara efisien dan efektif [6, 7]. Keberagaman sektor pada sistem integrasi mengakibatkan kawasan tersebut mempunyai ekosistem lengkap dan otomatis menghasilkan limbah pertanian, sehingga dengan seluruh komponen produksi saling melengkapi dalam hal hubungan timbal balik yang saling menguntungkan [8, 9, 10]. Semakin meningkatnya kesadaran konsumen akan kualitas makanan dan lingkungan mengharuskan produsen pertanian dapat menerapkan sistem pertanian dengan produksi yang akrab lingkungan [11 12, 13]. Pertanian Indonesia masih berorientasi pemenuhan kebutuhan jangka pendek sehingga