Inovasi Mie Basah Dengan Penambahan Tepung Kacang Hijau Terhadap Daya Terima Konsumen Annisa Tiffani 1 , Caria Ningsih 1 , Mandradithya Kusuma P 2 1 Manajemen Industri Katering, Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial , Universitas Pendidikan Indonesia, Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Bandung 40154, Indonesia 2 Food and Beverage Service, Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, Jl. Dr. Setiabudi No.186, Hegarmanah, Kec. Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat 40141 * Koresponding Penulis. E-mail: annisatiffani@student.upi.edu (Annisa Tiffani) Abstrak Inovasi produksi mie basah dengan menambahkan tepung kacang hijau adalah cara untuk mengurangi konsumsi tepung di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keragaman inovasi kuliner terutama pada mie, untuk mengetahui formulasi mie basah dengan penambahan tepung kacang hijau. (MTKH), uji yang diterima konsumen, dan biaya produksi mie basah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental. Langkah pertama yang diambil adalah membuat perbandingan antara tepung terigu resep standar dengan tepung kacang hijau adalah 50% MTKH1: MTKH2 50% dan 70%: 30%. Tes pertama adalah tes organoleptik untuk panelis ahli sebanyak 15 orang di mana tes ini diperoleh dari sampel MTKH2 sampel yang terbaik dengan peringkat rata-rata 4,04 sedangkan MTKH1 mendapatkan nilai sampel 3,36. Setelah mendapatkan langkah terbaik berikutnya adalah tes yang diterima konsumen. Tes penerimaan konsumen ini melibatkan sebanyak 100 panelis, dengan skor 2078, kemudian mie basah tepung kacang hijau diterima oleh konsumen, diwakili oleh 100 responden. Kata Kunci: Mie; Tepung Kacang Hijau; Tes Organoleptik; Tes yang Diterima Konsumen 1. Pendahuluan Mie salah satu produk makanan dengan bahan baku tepung terigu sangat popular dikalangan masyarakat Indonesia. Produk mie umumnya digunakan sebagai sumber energi karena memiliki karbohidrat yang cukup tinggi. Mie juga merupakan salah satu jenis makanan alternatif setelah nasi yang perkembangannya sangat cepat. Mie berkembang dari waktu kewaktu dari segi jumlah maupun variasinya. Mie telah lama digunakan dalam kuliner Indonesia. Hal ini tampak dalam berbagai resep masakan tradisional yang menggunakan mie sebagai bahan dasarnya, seperti aneka soto, mie juhi betawi, mie celor palembang, dan lain-lain. Mie basah sendiri adalah mie mentah yang sebelum dipasarkan mengalami proses perebusan dalam air mendidih, denga kadar air sekitar 35% dan setelah direbus kadar airnya meninkat menjadi 52% (Koswara, 2009:12). Selama ini mie dibuat dengan tepung terigu, terigu merupakan produk pangan yang bisa dikatakan memenuhi hajad hidup orang banyak karena tingkat konsumsi masyarakat Indonesia terhadap produk berbahan dasar terigu cukup besar dan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Indonesia memiliki konsumsi yang besar terhadap produk tepung terigu, sedangkan kapasitas produksi tepung terigu di Indonesia masih rendah. Bahan baku tepung terigu berasal dari biji gandum sehingga ketersediannya ditentukan oleh produksi pertanian gandum. Gandum merupakan tanaman subtropis, sedangkan Indonesia adalah negara tropis sehingga tanaman gandum kurang bisa 51