DOI : 10.14203/metalurgi.v36i3.580 © 2021 Metalurgi. This is an open access article under the CC BY-NC-SA license (https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/) Metalurgi is Sinta 2 Journal (https://sinta.ristekbrin.go.id/journals/detail?id=3708) accredited by Ministry of Research & Technology, Republic Indonesia Metalurgi (2021) 3: 119 - 133 ejurnalmaterialmetalurgi.lipi.go.id PRODUKSI BESI DAN TERAK TITANIUM KADAR TINGGI DARI KONSENTRAT PASIR BESI ATAU TITANOMAGNETIT: ULASAN LITERATUR Safira Fitri a, *, Zulfiadi Zulhan a , Imam Santoso a a Teknik Metalurgi – Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung Jalan Ganesha No. 10 Bandung, Jawa Barat, Indonesia 40132 *E-mail: safiraafitri@gmail.com Masuk tanggal : 07-03-2021, revisi tanggal : 19-01-2022, diterima untuk diterbitkan tanggal 28-02-2022 Abstrak Pasir besi atau titanomagnetit ditemukan di wilayah pesisir pantai Indonesia yang tersebar dari Aceh hingga pantai utara Papua. Kandungan logam berharga seperti besi, titanium, dan vanadium belum dimanfaatkan dengan baik karena hingga saat ini belum ada pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) di dalam negeri yang mampu mengolah pasir besi hingga menjadi produk akhir dengan nilai tambah yang tinggi. Perusahaan di dalam negeri hanya mampu mengolah pasir besi hingga menjadi konsentrat. Ulasan literatur ini disusun dengan harapan dapat menjadi salah satu langkah awal perkembangan teknologi pengolahan dan pemurnian pasir besi di Indonesia. Hasil ulasan literatur menunjukkan bahwa pasir besi atau titanomagnetit telah diproses baik menggunakan teknologi rotary kiln – electric furnace maupun tanur tiup (blast furnace). Penelitian terus berkembang ke arah teknologi reduksi langsung karena kemungkinannya untuk menghasilkan terak titanium dengan kadar tinggi. Artikel ini juga membandingkan parameter yang berpengaruh dalam proses reduksi langsung konsentrat pasir besi atau titanomagnetit yang terdiri dari pengaruh reaktor, reduktor, temperatur proses, dan penambahan bahan imbuh. Rekomendasi juga diberikan sebagai saran untuk perkembangan penelitian selanjutnya dalam reduksi konsentrat pasir besi atau titanomagnetit. Kata Kunci: Pasir besi, titanomagnetit, reduksi langsung, pembuatan besi Abstract Iron sand or titanomagnetite are found in the coastal areas of Indonesia from Aceh to the northern coast of Papua. The precious metals such as iron, titanium and vanadium has not been utilized properly because there is no processing and refining plant (smelter) in Indonesia that is capable of processing iron sand into a final product with high added value. Domestic companies just turn iron sand into concentrate. This literature review is prepared with high expectation that it will be one of the first steps in the development of processing and refining technology for iron sand in Indonesia. Literature review shows that iron sand or titanomagnetite has been processed using either rotary kiln electric furnace technology or blast furnace. Research continues towards direct reduction technology because of the possibility to produce high grade titanium slag. This article also presents a review on the parameters that influence direct reduction technology of iron sand or titanomagnetite which include the effect of reactor, reducing agent, process temperature, and additives. Recommendation is made to provide suggestion for further research development in processing iron sand or titanomagnetite concentrate. Keywords: Iron sand, titanomagnetite, direct reduction, iron making 1. PENDAHULUAN Titanomagnetit (TTM), biasa disebut dengan pasir besi di Indonesia, merupakan salah satu jenis dari TFSO (titania ferrous solution ore). Al dan Si oksida terdapat pada TTM sebagai pengotor dalam bentuk senyawa alumino-silikat [1]. Pasir besi di dunia memiliki kandungan Fetotal pada rentang 38-60% berat bijih, sedangkan kandungan TiO2 sebesar 6-13% berat bijih. Pasir besi ditemukan di wilayah pesisir pantai sebagai endapan aluvial yang berasal dari