Copyright @ 2020, Media Akuakultur, p-ISSN 1907-6762; e-ISSN 2502-9460 105 Media Akuakultur, 15 (2), 2020, 105-111 # Korespondensi: Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan. Jl. Sempur No. 1, Bogor 16129, Indonesia Tel.: + 62 251 8313200 E-mail: nunanafiqoh@gmail.com Tersedia online di: http://ejournal-balitbang.kkp.go.id/index.php/ma POTENSI KOM BINASI TANAM AN OBAT HERBAL SEBAGAI BAHAN PENGENDALI PENYAKIT BAKTERI, JAM UR, DAN PARASIT PADA IKAN LELE Nunak Nafiqoh # , Lila Gardenia, Desy Sugiani, dan Uni Purwaningsih Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan Jl. Sempur No. 1, Bogor 16129 (Naskah diterima: 2Maret 2020; Revisi final: 21 Desember 2020; Disetujui publikasi: 21 Desember 2020) ABSTRAK Ikan lele merupakan komoditas ikan yang mempunya nilai jual yang cukup baik di pasar. Tingginya permintaan ikan lele memicu intensifikasi produksi dengan melakukan budidaya dengan padat tebar tinggi, sehingga resiko ikan terserang penyakit akan lebih besar. Upaya untuk menghindari penggunaan obat- obatan kimiawi terutama antibiotik perlu segera dilakukan. Oleh sebab itu informasi tentang bahan alami yang mampu menggantikan fungsi antibiotik sintetis namun tidak meninggalkan residu sangat diperlukan. Penelitian ini ditujukan untuk melihat potensi efektivitas dari kombinasi enam jenis tanaman obat herbal dalam pengendalian penyakit akibat bakteri, jamur, dan parasit pada ikan lele. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi tanaman obat herbal dengan dosis yang diekstrak adalah 1:10 w/v (tanaman obat herbal: pelarut) efektif dalam menekan pertumbuhan bakteri Flavobacterium columnare secara in vitro dengan diameter zona bening 16 ± 3 mm. Sementara untuk jamur yang tidak diidentifikasi spesiesnya dosis yang mampu mematikan pertumbuhan hifanya adalah 300 L/m L -1 dan pada dosis 1 g.L -1 serbuk kombinasi tanaman obat herbal mampu menurunakan jumlah parasit dari kelompok Trichodina, Gyrodactylus, dan Dactylogyrus mulai hari ke-2 pasca perendaman. Sedangkan dosis aman yang dapat digunakan oleh ikan lele adalah 1,82 g.L -1 . KATA KUNCI: tanaman obat herbal; pengendali penyakit; lele ABSTRACT: Potential combination of herbal medicine plants as a control of bacteria, fungus and parasites in catfish. By: Nunak Nafiqoh, Lila Gardenia, Desy Sugiani, and Uni Purwaningsih Catfish is a valuable fish commodity in local and national markets. The increasing demand for catfish has led to the farming intensification of the fish. As a result, fish disease outbreaks frequently occur in most of catfish farming centres. Efforts to prevent these outbreaks and reduce the use of antibiotics and other chemical have been developed primarily through the use of natural ingredients such as medicinal herbs. This study was aimed to study the potential use of six medicinal herbs combination in controlling diseases in catfish caused by bacteria, fungi and parasites. The results showed that the medicinal herbs' combination effectively suppressed the growth of the bacterium Flavobactrium columnare in vitro with a clear zone diameter of 16 ± 3 mm after the application of the herbs combination extract of 1:10 w/v (herbs: solvent). The extract dosage use of 300 L/mL -1 was able to destroy the hyphal structure of an unidentified fungus. At a dose of 1 g.L -1 , the powder form of the combination of the medicinal herbs was able to reduce the number of parasites of Trichodina, Gyrodactylus and Dactylogyrus on the 2nd day after immersion. This study recommends that the safe dose of the extract for catfish is 1.82 g.L -1 . KEYWORDS: medicinal herbs; health management; catfish PENDAHULUAN Kesadaran pembudidaya yang semakin meningkatnya akan bahaya penggunaan bahan-bahan kimia sintetik dalam industri perikanan merupakan kemajuan yang patut di apresiasi. Dengan mengurangi penggunaan bahan kimia sintetis secara masif, dapat berdampak pada meningkatnya kualitas sumber pangan yang berasal dari ikan budidaya. Tidak dipungkiri, bahan kimia sintetis telah terbukti ampuh dalam menanggulangi permasalahan kesehatan pada komoditas perikanan budidaya. Namun residu yang tertinggal pasca penggunaan bahan kimia sintetik berdampak negatif, baik pada lingkungan dan pada