Agastya: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya ISSN 2087-8907 (Print); ISSN 2052-2857 (Online) Vol. 13, No. 2, Juli 2023, hlm. 209-220 Tersedia online: http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/JA DOI: 10.25273/ajsp.v13i2.15022 209 Copyright@Agastya: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya Some rights reserved Jejak peninggalan industri kolonial Suikerfabriek Poendoen 1875-1943 Estika Efa Prasiska 1* , Dzaky Akhsan Hummada 1 , Asyhar Basyari 1 , A Aman 1 1 Universitas Negeri Yogyakarta, Jl. Colombo Nomor 1 Karang Malang Caturtunggal Yogyakarta, Indonesia Email: estikaefa.2021@student.uny.ac.id*; dzakyakhsan.2021@student.uny.ac.id; asyharbasyari@uny.ac.id, aman@uny.ac.id Informasi artikel: Naskah diterima: 29/12/2022; Revisi: 29/5/2023; Disetujui: 25/7/2023 Abstrak: Penelitian tentang Pabrik Gula Pundong bertujuan untuk mengetahui sejarah industri gula kolonial pada 1875-1943 dan penyebab hilangnya situs peninggalannya. Metodenya menerapkan jenis pendekatan sejarah dengan heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Proses heuristik dengan melakukan pengamatan di BRTPD dan SMA N 1 Pundong, ditambah kajian literatur dan wawancara. Lalu mengkritisi secara internal dan eksternal terhadap temuan data sisa peninggalan dan sumber tertulis. Penafsiran dengan pendekatan historis untuk membandingkan dan menganalisa data sebagai sumber penelitian. Temuan tersebut kemudian diceritakan melalui penulisan berdasarkan fakta historis. Hasilnya menunjukkan bahwa pabrik gula Pundong dibumihanguskan pejuang pribumi supaya tidak digunakan sebagai basis pertahanan tentara Belanda. Mesin dijarah lalu peninggalannya dialihfungikan masyarakat untuk dimanfaatkan di kehidupan sehari- hari. Keadaan ini menjadi salah satu sebab terjadi kerusakan situs peninggalan Pabrik Gula Pundong sehingga menjadi terbengkalai. Hancurnya situs peninggalan ini diakibatkan dari adanya peristiwa agresi militer II, dijarah masyarakat, gempa bumi tahun 2006 dan pemanfaatan bekas lahan untuk bangunan yang baru. Kata kunci: Suikerfabriek Poendoeng; industri; kolonial; jejak Abstract: The research on Pundong Sugar Factory aims to find out the history of the colonial sugar industry in 1875-1943 and the causes of the loss of its heritage sites. The method applies a type of historiography with heuristics, verification, interpretation and historiography. The heuristic process involves observation at BRTPD and SMA N 1 Pundong, plus literature review and interviews. Then criticize internally and externally to the findings of the remaining data and written sources. Interpretation with a historical approach to compare and analyze data as a research source. The findings are told through writing based on historical facts. The results show that the Pundong sugar factory was burned down by native fighters so that it would not be used as a defense base for the Dutch army. The machines were looted and then the relics were converted by the community to be used in everyday life. This situation is one of the reasons for the destruction of the Pundong Sugar Factory heritage site so that it becomes abandoned. The destruction of this heritage site resulted from the Second Military Aggression, looting by the community, the 2006 earthquake and the utilization of the former land for new buildings. Keywords: Suikerfabriek Poendoeng; industry; colonial; trace Pendahuluan Pada akhir abad ke-18 Belanda kembali menjajah Indonesia untuk kedua kalinya setelah runtuhnya kekuasaan Inggris di Indonesia. Pada awalnya di bawah pimpinan Gubernur Jenderal Van der Capellen Belanda menerapkan sistem politik dualistis. Sistem politik dualistis yaitu