Dukun Persepsi, Remaja, Pernikahan Dini 128 Jurnal WINS | Vol. 03. No.03. Hal. 128-135, Oktober 2022 ARTIKEL PENELITIAN Persepsi Remaja Mengenai Pernikahan Dini Yang Terjadi Di Kecamatan Kabawo Kab. Muna Tahun 2022 Youth Perceptions About Early Marriage Happening In Kabawo Regency, Muna Regency In 2022 NUZUL WIJAYA 1 , YUSUF SABILU 2 , PARIDAH 3 1,2,3 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo E-mail: nuzulwijaya29@gmail.com, yusufsabilu68@gmail.com, paridahwajo@gmail.com ABSTRAK Latar Belakang: Pernikahan dini menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) adalah pernikahan yang berlangsung pada umur di bawah usia reproduktif yaitu kurang dari 20 tahun pada wanita dan kurang dari 25 tahun pada pria.Tujuan: Untuk mengetahui persepsi remaja mengenai pernikahan dini yang terjadi di Kecamatan Kabawo Kab. Muna. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik penentuan informan dilakukan secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap 7 informan kunci yaitu remaja usia 14-18 tahun di Kecamatan Kabawo, 2 informan utama yaitu kepala KUA dan kepala Puskesmas Kecamatan Kabawo serta 4 informan tambahan yakni imam desa (tokoh agama), pelaku pernikahan dini, orang tua remaja dan penanggung jawab posyandu remaja Analisis data menggunakan Content Analysis.Hasil: Persepsi remaja mengenai pengertian pernikahan dini, yaitu pernikahan dini adalah pernikahan di bawah umur atau pernikahan yang di lakukan oleh remaja. Persepsi remaja mengenai faktor penyebab pernikahan dini di Kecamatan Kabawo, yaitu, pergaulan remaja yang bebas, pacaran tidak sehat, faktor biologis atau hubungan seksual pranikah yang ketahuan, kurangnya pantauan dari kedua orang tua dan kurangnya pengetahuan sehingga mengakibatkan terjadinya kehamilan yang tidak di inginkan oleh remaja Dan persepsi remaja mengenai dampak dari pernikahan dini dari segi kesehatan menurut mereka adalah kesehatan ibu yang tengah hamil akan terganggu karena usia yang masih sangat muda, hingga keguguran saat hamil, dari segi sosial pelaku akan di jauhi teman dan masyarakat dan akan menjadi perbincangan di masyarakat. Sedangkan untuk dampak terhadap keharmonisan rumah tangga pelaku pernikahan dini berpotensi untuk mengalami perceraian karena usia mereka yang terlalu muda untuk membina sebuah rumah tangga.Kesimpulan: Pernikahan dini merupakan pernikahan yang di lakukan oleh sesorang yang masih di bawah umur, yang menjadi faktor penyebab dari pernikahan dini merupakan gaya berpacaran remaja yang berlebihan sehingga mengakibatkan kehamilan di luar nikah, dan dampak dari pernikahan dini seperti kesehatan mereka akan terganggu saat kehamilan, di jauhi teman dan masyarakat hingga mengalami perceraian. Kata kunci: Persepsi, Remaja, Pernikahan Dini ABSTRACT Background: Early marriage according to the Population and Family Planning Agency (BKKBN) is a marriage that takes place under the reproductive age, which is less than 20 years for women and less than 25 years for men (BKKBN, 2012).Aims: This study aims to determine the adolescent's perception of early marriage that occurs in Kabawo District, Muna Regency. Methods: This research is a qualitative research with a descriptive approach. The technique of determining the informants was done by purposive sampling. Data was collected through in-depth interviews with 7 key informants, namely adolescents aged 14-18 years in Kabawo District, 2 main informants namely the head of KUA and the head of the Kabawo District Health Center and 4 additional informants namely village priests (religious leaders), perpetrators of early marriage, parents youth and the person in charge of the youth posyandu. Data analysis using Content Analysis.Results: Teenagers' perceptions of the notion of early marriage, namely early marriage is underage marriage or marriage carried out by teenagers. Teenagers' perceptions of promiscuity (dating) and pregnancy out of wedlock are factors causing early marriage in Kabawo District, that is, they agree to this because promiscuity (dating) and pregnancy out of wedlock are factors causing early marriage in Kabawo District. And the perception of teenagers about the impact of early marriage in terms of health according to them is that the health of pregnant women will be disturbed because of a very young age, to miscarriage during pregnancy. As for the impact on household harmony, early marriage actors have the potential to experience divorce because they are too young to build a householdConclusion: Early marriage is a marriage carried out by someone who is still a minor, which is a contributing factor to early marriage, which is excessive teenage dating style, resulting in pregnancy outside of marriage, and the impact of early marriage, such as their health being disturbed during pregnancy, is avoided. friends and society to the point of divorce Keywords: perception, youth, early marriage OPEN ACCESS *Korespondensi : Yusuf Sabilu FKM Universitas Halu Oleo JLN. H.E.A. Mokodompit, Kel. Kambu, Kec. Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara Email: yusufsabilu68@gmail.com Sitasi: Wijaya, Nuzul, Sabilu, Yusuf, Paridah. 2022. Persepsi Remaja Mengenai Pernikahan Dini Yang Terjadi Di Kecamatan Kabawo Kab. Muna Tahun 2022 Jurnal Wawasan Promosi Kesehatan Vol. 03. No. 03. Hal. 128-135 Diterima: 20 September 2022 Dipublikasi: 30 Oktober 2022 Copyright: © 2022 Wijaya, et al. This is an open access article distributed under the terms of the Jurnal WINS Attribution License, which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original author and source are credited. Jurnal Wawasan Promosi Kesehatan (Jurnal WINS) e- ISSN 2797-6270 Published by Public Health Faculty Halu Oleo University in collaboration with The Indonesian Society for Health Promotor and Educator Regional South East Sulawesi (PPPKMI- Sultra). Page Address : http://ojs.uho.ac.id/index.php/wi nsjournal Ethical Clearance : (Jika ada, cantumkan Lembaga penerbit EC beserta dengan nomor SK)