225 Ahmadi Hasan: Prospek Pengembangan Ekonomi Syariah PROSPEK PENGEMBANGAN EKONOMI SYARIAH DI MASYARAKAT BANJAR KALIMANTAN SELATAN Ahmadi Hasan IAIN Antasari Banjarmasin Jl. Jenderal Ahmad Yani Km.4,5, Banjarmasin E-mail: ahmadihasan58@yahoo.com Abstract. Economic Development Prospects of Sharia in the Banjar Society in South Kalimantan. Currently Islamic economics, with a wide range of variants, is developing widely and dynamically. Te development of Islamic fnance has been extended to almost all parts of Indonesia, both in urban and rural areas. Te Banjar tribe are a sub-ethnic group that inhabit the South Kalimantan area originating from the Malay coast. Islam is the foundation of culture and identity of the community of the Banjar. Te presence of the Islamic economic concept in Banjar society is no longer unusual because Islamic values associated with it have become common place. Te development of Islamic economics in Banjar society will continue to fourish if supported by government policy (top-down approach). Keywords: Islamic economics, behavioral economics, custom, custom trade Abstrak. Prospek Pengembangan Ekonomi Syariah di Masyarakat Banjar Kalimantan Selatan. Saat ini, ekonomi syariah, dengan pelbagai variannya, berkembang secara luas dan dinamis. Perkembangan ekonomi syariah sudah menjangkau hampir seluruh wilayah Indonesia, baik di perkotaan maupun pedesaan. Suku Banjar merupakan sub-etnis yang mendiami wilayah Kalimantan Selatan yang berasal dari Melayu Pesisir. Islam merupakan landasan budaya dan identitas komunitas orang Banjar. Kehadiran konsep ekonomi syariah di masyarakat Banjar merupakan hal yang tidak asing lagi karena nilai-nilai ajaran Islam yang berkaitan dengan hal tersebut sudah menjadi kebiasaan. Perkembangan ekonomi syariah di masyarakat Banjar akan semakin tumbuh apabila didukung dengan adanya kebijakan pemerintah (top down). Kata Kunci: ekonomi syariah, perilaku ekonomi, adat, adat dagang Pendahuluan Membicarakan perilaku ekonomi atau adat dagang sebuah komunitas, apalagi yang berkaitan dengan orang Banjar, menarik untuk diulas mengingat beberapa hal, yaitu: pertama, perilaku ekonomi merupakan suatu refeksi atau kristalisasi dari perilaku atau budaya suatu komunitas atau kelompok etnis tertentu, termasuk dalam hal ini suku Banjar. Ia dapat pula diabstraksikan sebagai wujud dari etos kerja sebuah kelompok. Etos kerja terkadang dipengaruhi oleh paham keagamaan yang dianut oleh sekelompok penganut agama tertentu. 1 Kedua, apakah orang Banjar merupakan rumpun asli Naskah diterima: 20 Februari 2014, direvisi: 25 Maret 2014, disetujui untuk terbit: 30 Mei 2014. 1 Tesis Max Weber tentang apa yang disebutnya dengan “Etika Protestan” dan hubungannya dengan “Semangat Kapitalisme” (Te Spiirit of Capitalism) yang kemudian dikenal dengan teori etos kerja, yang menjadi acuan teoritis di kalangan sosiolog-antropolog dalam melihat relasi agama terhadap perilaku ekonomi seseorang. Ajat Sudrajat, Etika Protestan dan Kapitalisme Barat, Relevansinya dengan Islam Indonesia, (Jakarta: Bumi Aksara, 1994), h. 194. komunitas yang ada di Kalimantan dan memberikan pengaruh secara dominan terhadap perilaku orang- orang yang mendiami kawasan yang dahulu dikuasai oleh kerajaan Banjar, atau justeru Banjar hanya merupakan sub-etnis dari keseluruhan budaya orang- orang yang ada di Kalimantan Selatan. Ketiga, apakah benar Islam merupakan keyakinan yang memberikan pengaruh terhadap etos kerja orang Banjar, yang dalam hal ini juga memberikan justifkasi terhadap budaya atau adat dagang orang Banjar. Tulisan ini berupaya mengungkap seberapa besar sumbangan Islam, dalam hal ini mazhab Syâf’î dan relevansinya dalam memberikan pengaruh terhadap pembentukan pola hidup dan etos kerja atau adat dagang orang Banjar di Kalimantan Selatan dan bagaimana kaitannya dengan faktor perkembangan sektor ekonomi syariah yang semakin meningkat saat ini. Karakteristik Orang Banjar Banyak tulisan mengenai etnis Banjar yang menyangkut asal usul dan apa yang mempengaruhi adat