JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 1, (2013) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) B-13 Abstrak—Indonesia merupakan negara kepulauan dengan garis pantai terpanjang keempat di dunia. Sepanjang sekitar 95000 Km merupakan habitat penting bagi vegetasi mangrove dan biota nya. Sebuah survei tahun 2007 menunjukkan bahwa 20% dari garis pantai rusak, dan tanah aktif terancam oleh erosi. Reboisasi penanaman vegetasi pantai dilakukan oleh pemerintah daerah. Salah satunya adalah Calophyllum Inophyllum. Potensi penggunaan benih C.Inophyllum tidak jelas sampai sekarang. Oleh karena itu, komposisi dan analisia C. Inophyllum dan minyak akan diselidiki. Dari hasil, ditemukan bahwa biji buah C. inophyllum mengandung lemak kasar (63,1%), serat kasar (16,64%), abu (3,22%), protein (3,42%), kelembaban (4,15%), dan ekstrak nitrogen bebas (13.62%). Itu juga memiliki nilai kalori 6092 kal / g. Its lipid asam lemak bebas yang terkandung (8,23%), monogliserida (3,93%), digliserida (3,37%), trigliserida (81.06%) dan bioactive (3,4%). Kata Kunci—Bioactive, Calophyllum Inophyllum, lipid, asam lemak I. PENDAHULUAN ANGROVE tumbuh di pantai yang terlindung atau pantai, biasanya di sepanjang sisi pulau yang terlindung dari angin atau di belakang terumbu karang di lepas pantai yang dilindungi [1]-[2]. Mangrove di Indonesia memiliki keragaman jenis yang tinggi yang memiliki 89 spesies tanaman yang terdiri dari 35 spesies, 5 jenis herbal, 9 jenis semak, liana 9 spesies, 29 spesies epifit, dan 2 jenis parasit [1]. C. Inophyllum biasanya tumbuh di sekitar sungai atau di pantai dan dapat hidup dengan baik sampai ketinggian 500 m. Manfaat pohon C. Inophyllum adalah sebagai berikut: Kayu yang digunakan untuk konstruksi, pertukangan, bahan pembuatan kapal. Sedang daging buah dapat digunakan sebagai briket. Selain C. inophyllum juga termasuk dalam tanaman obat pengering pupuk, obat rematik [3]. Di Indonesia, nyamplung tersebar dari Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara Timur dan Papua [4] Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif dari sumber terbarukan (renewable), dengan komposisi ester asam lemak dari minyak nabati meliputi: kelapa sawit, minyak kelapa, minyak jatropha, minyak biji kapas, dan masih ada lebih dari 30 jenis potensi tanaman Indonesia biodiesel. Inti (kernel) Calophyllum inophyllum memiliki kandungan minyak yang sangat tinggi, sebesar 75% [5], 71,4% pada inti kering dengan kadar air 3,3% [10], 40-73% [14];. 55,5% pada inti segar dan 70,5% pada inti kering [10]. Produksi Biji C. Inophyllum bisa mencapai 100 kg per pohon [5]-[7]. II. URAIAN PENELITIAN A. Analisa Komposisi Biji Buah Kering C. Inophyllum 1. Crude Lipid Kandungan lipid dalam biji mangrove Calophyllum inophylum ditentukan dengan (AOAC, 2003). Bubuk mangrove sebanyak 10 gram dibungkus dengan kertas saring diletakkan di dalam ekstraktor dan diekstraksi dengan solvent n-hexane teknis pada suhu 75 o C selama 4 jam. 2. Crude Protein Kandungan protein ditentukan dengan analisa kandungan nitrogen (AOAC, 2003). Jumlah total protein ditentukan dengan mengalikan jumlah nitrogen dengan faktor koreksi sebesar 6.25 (FAO, 2003). 3. Kandungan Ash (Debu) Kandungan ash (abu) dalam Calophylum inophylum ditentukan dengan AOAC (2003). a. 4. Crude Fiber Kandungan fiber ditentukan dengan AOAC (2003). 5. Kandungan Air (Moisture Content) Kandungan air ditentukan dengan menggunakan alat Halogen Moisture Analyzer 6. Uji Mineral Untuk tes analisis mineral, digunakan beberapa metode untuk menentukan persen berat konstituen kue C. inophyllum. Untuk analisis mineral menggunakan metode gravimetri SiO2, Al2O3 dengan metode spektrofotometri, Fe2O3 dengan metode AAS, CaO dan MgO dengan metode titrimetri, Na2O dan K2O metode Flamephotometri, SO3 dan P metode Spektrophotometri. 7. Nitrogen Free Extract NFE dapat dihitung dengan persamaan dibawah ini (AOAC, 2003). NFE = 100% - (% crude fat + % crude protein + % fiber + % ash + % moisture) 8. Analisa nilai Kalori Analisa kalori menggunakan ASTM 5865. Pemanfaatan Biji Buah Nyamplung (Callophylum Inophylum) Sebagai Bahan Baku Pembuatan Biodisel Bayu Biru Chandra, Filan Setiawan, Setiyo Gunawan dan Tri Widjaja Jurusan Teknik Kimia, Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 Indonesia e-mail: gunawan@chem-eng.its.ac.id M