JURNAL SEHAT MASADA VOLUME XVII NOMOR 1 Januari 2023 Jurnal Penelitian Kesehatan STIKes Dharma Husada Bandung 18 pISSN : 1979-2344 eISSN : 2502-5414 IDENTIFIKASI FAKTOR PENYEBAB NYERI TULANG BELAKANG PADA MAHASISWA UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA Linda 1 , Cornelia Dede Yoshima Nekada 2 , Santi Damayanti 3 1, 2,3 Universitas Respati Yogyakarta Email : sisilialinda1@gmail,com Intisari Nyeri tulang belakang merupakan gangguan tulang belakang yang paling sering terjadi. Faktor risiko kejadian nyeri tulang belakang meliputi posisi duduk, lama duduk, rutinitas olahraga, merokok, aktivitas berat dan kelebihan berat badan. Aktivitas mahasiswa saat pembelajaran daring sering dilakukan dalam postur tubuh yang tidak ergonomis secara terus menerus sehinggs berisiko mengalami nyeri tulang belakang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab nyeri tulang belakang pada mahasiswa Universitas Respati Yogyakarta. Penelitian kuantitatif yang menggunakan studi deskriptif analitik dengan desain Cross-sectional terhadap 96 sampel menggunakan kuesioner secara online. Pengambilan sampel menggunakan Cluster random sampling. Uji statistik menggunakan Chi-square. Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (82,3%) dengan rentang usia 18-34 tahun. Posisi duduk yang baik berjumlah 49 orang dan yang mengalami nyeri tulang belakang sebanyak 93,8%. Hasil analisis menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara posisi duduk (p- value 1,000), lama duduk (p-value 0,373), rutinitas olahraga (p-value 0,339), merokok (p-value 0,493), aktivitas berat (p-value 0,384), kelebihan berat badan (p-value 0,866) dengan kejadian nyeri tulang belakang. Tidak ada hubungan antara posisi duduk, lama duduk, rutinitas olahraga, merokok, aktivitas berat, kelebihan berat badan dengan kejadian nyeri tulang belakang pada mahasiswa Universitas Respati Yogyakarta. Kata Kunci: Nyeri tulang belakang, posisi dan lama duduk PENDAHULUAN Nyeri tulang belakang atau spinal pain merupakan nyeri yang terjadi pada bagian dari ruas tulang belakang seperti pada bagian leher (servikal), punggung atas dan tengah (toraks), punggung bawah atau pinggang (lumbal), dan/atau tulang ekor (sakral). Nyeri tulang belakang yang paling sering dirasakan adalah pada bagian punggung atau leher. Sebagian besar nyeri yang dirasakan bersifat sementara, tetapi dapat muncul kembali (Intermountain Healthcare, 2017). Duduk dalam waktu yang lama dengan sikap duduk yang kurang tepat merupakan faktor penyebab terjadinya nyeri pada punggung. Duduk menggunakan kursi yang kurang sesuai, aktivitas yang dilakukan terlalu lama dapat menyebabkan nyeri punggung bawah (Rachmat et al., 2019). School From Home (SFH) adalah suatu bentuk pembelajaran yang dilakukan oleh siswa dan guru atau dosen dan mahasiswa di tempat tinggal masing-masing. Sarana dan prasarana menjadi hal yang penting dalam mendukung pembelajaran daring. Mahasiswa menggunakan laptop dan smartphone selama beberapa jam dalam posisi statis saat belajar online (Aryani & Puspitasari, 2021). Aktivitas dengan menggunakan laptop oleh mahasiswa seringkali dilakukan dalam posisi atau postur tubuh yang tidak ergonomis dan dilakukan secara terus menerus selama masa SFH, sehingga dapat berpotensi menyebabkan kelelahan dan gangguan kesehatan seperti keluhan nyeri tulang belakang seperti pada leher, bahu, punggung, dan pinggang. Selain itu, mahasiswa yang mengikuti perkuliahan online memiliki keterbatasan sarana