106 JGISE Vol. 3 No.2 (2020) | doi:10.22146/jgise. 58768 | https://jurnal.ugm.ac.id/jgise JGISE Vol. 3 No. 2 (2020), pp. 106 - 112 | https://doi.org/10.22146/jgise.58768 JGISE Journal of Geospatial Information Science and Engineering ISSN: 2623-1182 | https://jurnal.ugm.ac.id/jgise Perbandingan Ketelitian Posisi Tiga Dimensi dari Perangkat Lunak Pengolahan Data GNSS Komersial Comparison of Three Dimensional Positioning Accuracy of Commercial GNSS Data Processing Software Syafril Ramadhon 1 , Wahyu Widiat Miko 2 , Gian Nugraha 3 1 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Indonesia 2 PT. Asaba Surveying Division, Indonesia 3 PT. GPSLands Indosolutions, Indonesia Penulis Korespondensi: Syafril Ramadhon | Email: syafril.ramadhon@gmail.com Diterima (Received): 19/08/2020 Direvisi (Revised): 19/10/2020 Diterima untuk Publikasi (Accepted): 23/10/2020 ABSTRAK Pasar receiver GNSS di Indonesia sudah semakin berkembang dan bergerak ke arah positif, yang ditandai dengan penjualan yang semakin meningkat serta semakin beragamnya merek receiver GNSS dan perangkat lunak pengolahan data yang ada di pasaran. Atas dasar banyaknya perangkat lunak pengolahan data GNSS yang beredar di Indonesia, maka rumusan masalah yang dikedepankan dalam penelitian ini adalah apakah setiap perangkat lunak pengolahan data GNSS dapat memberikan hasil koordinat tiga dimensi yang sama dari suatu data pengukuran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membandingkan koordinat tiga dimensi hasil survei GNSS menggunakan tiga perangkat lunak pengolahan data GNSS komersial. Metode yang digunakan adalah dengan membandingkan data survei GNSS menggunakan metode relatif diferensial static pada moda radial pada delapan titik pengamatan dengan panjang baseline < 300 m dan lama pengukuran > 30 menit menggunakan tiga perangkat lunak pengolahan data GNSS komersial, yaitu Trimble Business Center (TBC), Leica Geo Office (LGO), dan MAGNET Tools (MT). Hasil penelitian memberikan kesimpulan bahwa terdapat perbedaan hasil pengolahan data koordinat tiga dimensi pada tiga perangkat lunak pengolahan data GNSS komersial di delapan titik pengamatan dengan perbedaan maksimum kisaran 5 mm pada sumbu northing, 9 mm pada sumbu easting, dan 68 mm pada data tinggi. Kata Kunci: GNSS, perangkat lunak pengolahan data GNSS komersial, ketelitian posisi tiga dimensi ABSTRACT GNSS receiver market in Indonesia is getting developed and moving toward a positive direction, which is characterized by the increased sales; and the more various brands of GNSS receivers and data processing softwares in the market. Due to the number of the data processing softwares in Indonesia, the problem formulation of this study is whether any GNSS data processing software can provide the same three-dimensional coordinate results of a measurement datum. Therefore, this study aims to compare the three-dimensional coordinate results of GNSS survey using three commercial GNSS data processing softwares. The method applied in this study is to compare the GNSS survey data utilizing the relative static differential method in the radial mode at eight observation points with the baseline length of <300 m and the measurement time of > 30 minutes using three commercial GNSS data processing softwares, namely Trimble Business Center (TBC), Leica Geo Office (LGO), and MAGNET Tools (MT). This study presents that there are differences of the three- dimensional coordinate results using three commercial GNSS data processing softwares at eight observation points. The maximum differences are about 5 mm on the northing axis, 9 mm on easting axis, and 68 mm on the height data.. Keywords: GNSS, commercial GNSS data processing software, three dimensional position accuracy © Author(s) 2020. This is an open access article under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0). 1. Pendahuluan Global Navigation Satellite Systems merupakan kumpulan sistem satelit penentuan posisi yang sekarang beroperasi ataupun masih direncanakan yang terdiri atas Global Positioning Systems (GPS), GLONASS, Galileo, BeiDou, dan sistem satelit lainnya (Jeffrey, 2010). Pada beberapa tahun terakhir, GNSS telah mengalami kemajuan yang signifikan, karena Galileo dan BeiDou sudah hampir mencapai kemampuan operasional secara penuh, serta