11 SEKSUALITAS TOKOH LINGGA DALAM CERPEN “LELAKI DENGAN BIBIR TERSENYUM”: KAJIAN FEMINISME The Sexuality of Lingga in Short Story of “Lelaki dengan Bibir Tersenyum”: A Feminism Study Heksa Biopsi P.H. Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara, Jalan Haluoleo Kompleks Bumi Praja Anduonohu Kendari, Telepon: 085241694519, Pos-el: heksa.bph@gmail.com Naskah masuk: 18 Agustus 2011—Revisi akhir: 30 April 2012 Abstrak: Penelitian ini mendeskripsikan aspek seksualitas tokoh Lingga dalam cerpen “Lelaki dengan Bibir Tersenyum” karya Radhar Panca Dahana dan menginterpretasikannya dalam perspektif feminisme. Penelitian bersifat deskriptif kualitatif dan pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi pustaka. Data dianalisis dengan menggunakan teori feminis. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa dalam cerpen “Lelaki dengan Bibir Tersenyum” aspek seksualitas tokoh Lingga mencerminkan kebebasan bagi perempuan dalam melakukan aktivitas seksual sebagaimana yang diinginkannya. Hal ini sejalan dengan yang diperjuangkan oleh kaum feminis radikal-libertarian. Namun, jika dikaitkan dengan makna yang terkandung dalam nama Lingga, terdapat maksud tersirat dalam cerpen ini yang menunjukkan dominasi seksual sesungguhnya tetap berada pada pihak laki-laki. Kata kunci: seksualitas, cerpen Lelaki dengan Bibir Tersenyum, dan feminisme Abstract: The aim of this study is to describe sexuality aspect of Lingga in short story entitled “Lelaki dengan Bibir Tersenyum” written by Radhar Panca Dahana. It is also intended interprete it within feminism perspective. This is a descriptive-qualitative research. The data is collected by using literary method. The data analysis applied feminism theories as references. The result showed that the sexuality aspects of Lingga reflects a freedom for women in committing whatever sexual activity as they expect to. This is in line with what radical-lybertarian feminists struggle for. Yet, if it is associated to the meaning of the word lingga, there is an implicit intention to suggest that sexual domination actually remains on the male side. Key words: sexuality of Lingga, Lelaki dengan Bibir Tersenyum short story, and feminism 1. Pendahuluan Bilang begini, maksudnya begitu, demikian kalimat yang diabadikan dalam judul sebuah buku pengantar apresiasi puisi yang ditulis oleh Sapardi Djoko Damono (1996). Kalimat tersebut sungguh menggelitik dan mengundang senyum. Konteks yang tercermin dalam buku itu bahwa sebuah kalimat atau ungkapan dalam puisi bisa bermakna lain dari yang tersurat di dalamnya. Kalimat tersebut dapat saja berlaku pada konteks karya sastra yang lebih luas, tidak hanya puisi. Dalam prosa sering pengarang menuliskan pesan yang ingin disampaikannya secara tersirat atau tersembunyi dalam kalimat-kalimat, penggambaran-penggambaran, dan ilustrasi-ilustrasi yang berbeda dengan maksud sebenarnya. Kepiawaian seorang brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Jurnal Balai Bahasa