ARIKA, Vol. 11 No. 2 Agustus 2017 ISSN: 1978-1105 ANALISIS PERALATAN DAN METODE KERJA BERBASIS ERGONOMI PADA PENYULINGAN MINYAK KAYU PUTIH TRADISIONAL SEBAGAI PRODUK ANDALAN DI AMBON Robert Hutagalung Jurusan Fisika, Fakulktas MIPA, Universitas Pattimura Email: Robert_hutagalung@yahoo.com Wardis Girsang Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura Email: girsang_2010@yahoo.com; girsangwardis@yahoo.com Amos Kilay Jurusan Biologi, Fakulktas MIPA, Universitas Pattimura Email:amskillay@gmail.com Daniel Bunga Paillin Program Studi Teknik Industri, Fakulktas Teknik, Universitas Pattimura Email: dani_ti_fatek@yahoo.com ABSTRAK Penyulingan minyak kayu putih adalah salah satu industri tradisional masyarakat di Maluku, khususnya pulau Ambon, Buru dan Seram. Kegiatan ini dilakukan lebih dari 8 jam/hari tanpa menggunakan konsep ergonomi, seperti: waktu istirahat, nutrisi, peralatan kerja dan ruang produksi. Faktor lain seperti: paparan panas, asap dan kondisi lingkungan kerja yang tidak ergonomis ikut memberikan beban tambahan. Untuk mengatasi kondisi tersebut, perlu dilakukan desain peralatan dan metode kerja guna memperbaiki sikap yang tidak alamiah serta memberikan kesempatan kepada para pekerja melakukan istirahat aktif dan mengubah sistem statis menjadi dinamis. Tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah menurunkan keluhan muskuloskeletal, beban kerja serta meningkatkan produktivitas setelah desain peralatan dan metode kerja berbasis ergonomi. Luaran yang ditargetkan adalah peralatan dan metode kerja baru berbasis ergonomi yakni sistem kerja, ruang produksi, ketel penyulingan, tungku, lemari, tempat duduk/tidur, sistem pendingin, perpipaan dan corong asap, serta produktivitas meningkat 15%. Hasil penelitian sementara ini memberikan kesimpulan sebagai berikut: 1. Pengaruh keluhan musculoskeletal dan kelelahan yang tinggi sebagai kontribusi juga dari aspek lingkungan kerja yang kurang ergonomis memicu pekerja untuk bekerja pada kemampuan belum wajar untuk memberikan hasil yang maksimal; 2. Perbedaan material pipa pendingin (stanless steel, tembaga dan aluminium) untuk proses kondensasi uap minyak kayu putih, dapat berkontribusi pada karakteristik produk dan jumlah produksi; 3. Setelah intervensi ergonomi dalam desain metode dan peralatan kerja maka terjadi penurunan dari target penelitian (10%) sebesar 56,2% untuk tingkat keluhan musculoskeletal, 57,8% untuk keluhan kelelahan dan 19,3% untuk beban kerja, sedangkan untuk produktivitas kerja pengolah minyak kayu putih tradisional naik 24,3% dari target penelitian sebesar 15%. Kata Kunci: Peralatan, Metode Kerja, Ergonomis, Penyulingan, Minyak Kayu Putih. ABSTRACT The eucalyptus oil refinery is one of the traditional industries in Maluku, especially the islands of Ambon, Buru and Seram. This activity is done more than 8 hours/day without using the concept of ergonomics, such as: rest time, nutrition, work’s equipment and production room. Other factors such as: exposure to heat, smoke and working conditions that do not ergonomically work to provide additional burden. To overcome these conditions, it is necessary to design equipment and work methods to improve unnatural attitudes and provide opportunities for workers to take active rests and transform static systems into dynamic system. Research objectives to be achieved are to decrease musculoskeletal complaints and workload, and improve productivity after ergonomicequipment and work design. Targeted outcomes are new ergonomic tools and working methods of work system, production room, refining boiler, furnace, cabinet, seat/bed, cooling system, piping and smoke funnel, and productivity increase 15%. The results of this study provide the following conclusions: 1. The high effect of musculoskeletal complaints and fatigue as a contribution also from the aspect of a less ergonomic work environment to encourage workers to brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by OJS UNPATTI Publication Center (Universitas Pattimura)