JASD Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau, 8(1) April 2023, pp.1-7 ISSN 2503-4766 (Print) | ISSN 2597-8837 (Online) | DOI 10.33087/akuakultur.v8i1.139 Publisher by : Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Batanghari 1 Kondisi Kualitas Air di UPTD BBIAT Waiheru Kota Ambon (Condition of Water Quality at UPTD BBIAT Waiheru of Ambon City) *1 Leopold A. Tomasila, 2 Lolita Tuhumena, 3 Nancy Parera, 2 Sara Umbekna , 2 Lalu P. I. Agamawan, 2 Liyatin Gea, dan Imam Mishbach 1 Program Studi Perikanan Tangkap, Politeknik KP Maluku 2 Program Studi Ilmu Perikanan, Universitas Cenderawasih 3 Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku *1 e-mail korespondensi : arthurtomsil@gmail.com Abstract. The currently aquaculture have prospects that good is fish cultivation and influenced by thecnical factor and non- thecnical that determine as a requiement for cultivation business. The technical factor thar direct to influenced or failed towards cultivaation technical activity such as water quality. If there is a decrease in water quality can caused by inclusion of heavy metals to waters. The monitoring of water quality that carried out in UPTD BBIAT Waiheru only limited on physical parameters, while monitoring towards chemical parameters such as heavy metal content not done, so that not obtained an overall water quality information. For that researched needs to be done which aims to formulated direction of management water quality at UPTD BBIAT Waiheru. Ths researched by done on months October 2019 -Ferbuary 2020, at UPTD BBIAT Waiheru. Water sampling used purposive sampling and descriptive analysa. Based on the results of study incicated The parameters of Aquatic Physics at BBIAT Waiheru from January untill December are temperature average 27,20 0 C , pH 8,54, total dissolved solids 187 mg/l, and DO 6,7 mg/l. Based on the quality standard, the temperature range at research points 1 to 7 is still within the tolerable range for the life of cultivated organisms, the pH of the water at the sampling points is still within natural limits and meets the quality standard, the TDS range at 7 sampling points is still in the range can be tolerated and the DO value obtained is still within the tolerance range and can be used to support the life of cultivated biota. Keywords: water quality, physic parameter, quality standards. Abstrak. Perikanan budidaya yang saat ini memiliki prospek yang cerah yaitu budidaya ikan mas serta dipengaruhi oleh faktor teknis dan non teknis yang menentukan sebagai syarat untuk usaha budidaya. Faktor teknis yang secara langsung mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan terhadap kegiatan teknis budidaya seperti kualitas air. Monitoring kualitas air yang dilaksanakan di UPTD BBIAT Waiheru hanya terbatas pada parameter fisik saja, sedangkan monitoring terhadap parameter kimia seperti kandungan logam berat belum dilakukan sehingga belum diperoleh suatu informasi kualitas air secara keseluruhan. Untuk itu perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk merumuskan arah pengelolaan kualitas air pada UPTD BBIAT Waiheru. Penelitian ini dilakukan bulan Oktober 2019 - Ferbuari 2020 , di (UPTD BBIAT) Waiheru. Pengambilan sampel air menggunakan metode purposive sampling serta dengan menganalisis secara deskriptif. Hasil penelitian yaitu parameter Fisika di BBIAT Waiheru suhu dari bulan Januari sampai Desember rata-rata 27,20 0 C, pH rata-rata 8,54, total padatan terlarut rata-rata 187 mg/l, dan DO 6,7 mg/l. Berdasarkan baku mutu kisaran suhu pada titik penelitian 1 sampai 7 masih dalam kisaran yang dapat ditolelir untuk kehidupan organisme budidaya, pH air pada titik-titik sampling masih berada dalam batas alami dan memenuhi baku mutu, kisaran TDS pada 7 titik sampling masih berada pada kisaran yang dapat ditoleransi dan nilai DO yang didapat masih dalam kisaran toleransi dan dapat digunakan untuk mendukung kehidupan biota yang dibudidayakan. Kata kunci: Kualitas Air, Parameter Fisik, Kimia, Baku mutu. PENDAHULUAN Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Balai Benih Ikan Air Tawar (BBIAT) Waiheru, merupakan UPTD Pemerintah Provinsi Maluku di bawah Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku. UPTD BBIAT Waiheru mempunyai peranan yang sangat strategis dalam pengembangan budidaya ikan air tawar di Maluku. Disamping tugas pokoknya menyediakan benih ikan air tawar, UPTD BBIAT Waiheru juga memiliki peluang pengembangan budidaya air tawar yang menjanjikan. Hal ini mengingat ikan air tawar semakin digemari untuk dikonsumsi oleh masyarakat Maluku seperti pada Kabupaten Seram Bagian Barat, Kabupaten Maluku Tengah dan kota Ambon sehingga permintaannya mengalami peningkatan setiap tahunnya (Laporan Tahunan BBIAT, 2015). Dalam kegiatan budidaya ikan banyak faktor yang menentukan sebagai syarat untuk usaha budidaya, pada dasarnya terdiri dari faktor teknis dan non teknis. Faktor teknis yang secara langsung mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan terhadap kegiatan teknis budidaya seperti kualitas air. Peran kualitas air dalam budidaya antara lain memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap partumbuhan dan kelulusan hidup biota budidaya dan penentu keberhasilan dalam kegiatan budidaya. Kualitas air adalah parameter yang harus selalu dipantau dalam budidaya ikan air tawar (Andria & Rahmaningsih, 2018; Zamzami et al., 2019). Selanjutnya, kualitas air adalah bagian penting dalam pengembangan