52 PENGARUH KOREKSI BIAS IONOSFER TERHADAP HASIL KOORDINAT PENGAMATAN GPS SINGLE FREQUENCY MENGGUNAKAN MODEL KLOBUCHAR Ririn Wuri Rahayu* 1 , Mokhamad Nur Cahyadi 2 , Buldan Muslim 3 1,2 Department of Geomatics Engineering, FTSLK-ITS, Kampus ITS Sukolilo, Surabaya, 60111, Indonesia 3 Space Science Center, LAPAN, Jl. Dr. Junjunan 133 Bandung, Indonesia e-mail: 1 ririn14@mhs.geodesy.its.ac.id Abstrak Sinyal satelit GPS dipengaruhi oleh beberapa jenis faktor kesalahan, di antaranya penundaan sinyal GPS oleh ionosfer. Pada GPS single frequency bias ini dapat dikoreksi menggunakan Model Klobuchar, yang memperkirakan penundaan waktu ionosfer hingga 50% atau lebih. Untuk menggunakan model Klobuchar membutuhkan delapan koefisien Klobuchar (αn, βn, untuk n = 1,2,3,4) dan disediakan melalui pesan navigasi. Koefisien Klobuchar didapatkan dari perhitungan data pengamatan GPS yang terdistribusi di seluruh dunia dengan metode yang tidak terpublikasi. Dalam penelitian ini, satu set koefisien Klobuchar dihitung menggunakan data pengamatan GPS lokal sehari sebelumnya dan digunakan sebagai parameter navigasi pada hari selanjutnya untuk menentukan koordinat titik pengamat. Penelitian ini menggunakan perangkat lunak RTKLIB untuk mengolah hasil koordinat. Hasil penelitian ini didapatkan nilai koordinat meningkat sebesar 26,015% dengan menggunakan koefisien lokal. Kata kunci : Bias Ionosfer, GPS Single Frequency, Model Klobuchar, RTKLIB PENDAHULUAN Bias ionosfer terjadi ketika sinyal GPS dibiaskan oleh elektron bebas di ionosfer, dan jumlah kesalahan yang dihasilkan oleh bias ionosfer bergantung pada lokasi pengamat, waktu, dan aktivitas matahari. Bias ionosfer terjadi dalam ukuran sentimeter sampai meter selama aktivitas matahari sedang, namun dapat terjadi hingga lebih dari 150 m selama aktivitas matahari yang parah (Komjathy dkk. 2002). Pada Mei 2000, pemerintah Amerika mengumumkan bahwa kesalahan akibat bias ionosfer dianggap sebagai faktor kesalahan terbesar yang mempengaruhi akurasi posisi GPS. Karena bias ionosfer mengakibatkan penurunan akurasi GPS pada Standard Positioning Service (Yuan dkk. 2007). Untuk menghilangkan kesalahan akibat bias ionosfer, perlu dilakukan koreksi bias ionosfer. GPS dual frequency yang menerima frekuensi L1 dan L2 dapat menghilangkan sebagian besar kesalahan ionosfer melalui kombinasi bebas ionosfer. Namun, biaya penggunaan GPS dual frequency relatif mahal, dan karena itu jika penentuan posisi tidak memerlukan akurasi observasi dalam satuan milimeter hingga centimeter, GPS single frequency umumnya digunakan. Tetapi, karena GPS single frequency hanya menerima satu frekuensi (L1), maka kombinasi bebas ionosfer tidak dapat digunakan dalam pengolahan data GPS single frequency. Sampai saat ini, untuk mereduksi kesalahan bias ionosfer pada GPS single frequency umumnya menggunakan pendekatan model atau alogaritma. Diantaranya, model Klobuchar, Bent, IRI, ICED dan FAIM. Model Klobuchar adalah model yang paling banyak digunakan, karena strukturnya sederhana dan perhitungannya mudah (Yuan dkk. 2008). Untuk menggunakan model Klobuchar, diperlukan delapan koefisien Klobuchar, αn, βn (n = 1, 2, 3, 4) yang terdapat pada Broadcast Messages. Menurut Schaer (2003) dalam Yuan (2008), Pusat Penentuan Orbit di Eropa (CODE) memberikan serangkaian waktu model koefisien Klobuchar, yang didapat dari penggabungkan data pengamatan GPS IGS terdistribusi di seluruh dunia dengan metode yang tidak dipublikasikan. Penelitian Hernandez pada tahun 2003 menunjukkan bahwa kombinasi data pengamatan GPS dari banyak stasiun pengamatan internasional GNSS (IGS) yang disebarkan secara global dan beberapa stasiun GPS jaringan regional. Hal tersebut yang mendasari penelitian Yuan (2008) untuk mempelajari koefisien Klobuchar dan