1149 Tersedia secara online http://journal.um.ac.id/index.php/jptpp/ EISSN: 2502-471X DOAJ-SHERPA/RoMEO-Google Scholar-IPI Handout Bioteknologi SMK “Pemanfaatan Dami Nangka sebagai Bahan Dasar Pembuatan Nata” Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Galina Istiqhfarini 1 , Utami Sri Hastuti 1 , Dwi Listyorini 1 1 Pendidikan Biologi-Universitas Negeri Malang INFO ARTIKEL ABSTRAK Riwayat Artikel: Diterima: 25-01-2019 Disetujui: 11-09-2019 Abstract: Learning is expected to provide learning experiences to students in order to understand learning material. The contextuality of learning resources and learning media must be improved. Biotechnology Handout "Utilization of Jackfruit Dami as the Baseline for Making Nata" is used to guide students to use learning media. This study aims to determine the effect of handouts on the ability to think creatively. This research is a quasi- experimental design with the pretest-posttest control group design method, using one control class and one treatment class as the research sample. Data analysis uses gain score and independent t-test. Based on the t-test, the Sig value is obtained. 2-tailed (0,000) <0.05. The results of the study prove that the use of handouts can improve students' creative thinking skills. Abstrak: Suatu pembelajaran diharapkan memberikan pengalaman belajar kepada siswa agar dapat memahami materi pembelajaran. Konstekstualitas sumber belajar dan media pembelajaran harus ditingkatkan. Handout Bioteknologi “Pemanfaatan Dami Nangka sebagai Bahan Dasar Pembuatan Nata” digunakan untuk menuntun siswa menggunakan media pembelajaran. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh handout terhadap kemampuan berpikir kreatif. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi-eksperimental design dengan metode pretest-postest control group design menggunakan satu kelas kontrol dan satu kelas perlakuan sebagai sampel penelitian. Analisis data menggunakan gain score dan uji-t independen Berdasarkan uji-t diperoleh nilai Sig. 2-tailed (0,000) < 0,05. Hasil penelitian membuktikan bahwa penggunaan handout dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Kata kunci: handouts; biotechnology; creative thinking; handout; bioteknologi; berpikir kreatif Alamat Korespondensi: Galina Istiqhfarini Pendidikan Biologi Universitas Negeri Malang Jalan Semarang 5 Malang E-mail: galina26raga@gmail.com Sekolah Menengah Kejuruan adalah pendidikan formal kejuruan yang bergerak dalam bidang keahlian tertentu (Sidiknas, 2003) dimana lulusannya diharapkan mampu menghasilkan karya kreatif dengan memanfaatkan lingkungan secara produktif sehingga siap bekerja mandiri atau mengisi lowongan pekerjaan yang telah ada (Permendikbud, 2013, 2016; Permendiknas, 2006; Premono, 2010). Kemampuan berpikir kreatif adalah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam menggunakan pemikirannya untuk menemukan ide-ide baru, kemungkinan baru, dan penemuan baru berdasarkan tingkat originalitas dari produk yang dihasilkan (Daud, Omar, Turiman, & Osman, 2012) serta mampu menemukan lebih dari satu jawaban terhadap suatu masalah dimana jawaban yang ditemukan tidak sembarangan, tetapi lebih ditekankan pada kuantitas, ketepatgunaan, dan keragaman jawaban berdasarkan informasi yang ada (Greenstain, 2012; Munandar, 1999). Ciri-ciri kemampuan berpikir kreatif secara kognitif dapat dilihat dari aspek keingintahuan (curiosity), kemahiran (fluency), berpikir luwes (flexibel), keaslian (orisinality), merinci (elaboration), dan berimajinasi (imagination) (Greenstain, 2012). Kemampuan berpikir kreatif dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain faktor pendukung (kecerdasan, pengetahuan, gaya berikir, personaliti atau kepribadian, dan motivasi) (Buntat, Nasir, & Sharliana, 2011) dan faktor penghambat (kendala dari rumah yaitu paksaan dari orang tua dan kendala dari sekolah yaitu sikap guru dan metode pembelajaran yang diterapkan) (Munandar, 1999). Dalam kegiatan pembelajaran, sekolah memiliki tujuan utama yaitu mengajarkan siswa tentang cara belajar bukan hanya mentransfer pengetahuan dari pendidik ke peserta didik (Warr & Downing, 2000). Adapun pengertian belajar yaitu memahami sesuatu, menafsirkan berdasarkan kenyataan yang terjadi, dan mampu berpikir secara abstrak (Dikmenli & Cardak, 2010). Sehubungan dengan upaya mencetak lulusan yang kreatif, maka guru harus membekali siswa dengan pengalaman belajar melalui aktivitas belajar yang kreatif (Krayukhina, Shmakova, Smetanina, Nikolaeva, & Tershukova, 2016). Suatu model pembelajaran untuk meningkatkan aktivitas belajar yang kreatif ialah Guided Discovery Learning. Guided Discovery Learning dapat dilakukan Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Volume: 4 Nomor: 9 Bulan September Tahun 2019 Halaman: 11491153