J I T A A Journal of the Indonesian Tropical Animal Agriculture Accredited by Ditjen Penguatan Risbang No. 60/E/KPT/2016 J. Indonesian Trop. Anim. Agric. pISSN 2087-8273 eISSN 2460-6278 http://ejournal.undip.ac.id/index.php/jitaa 44(4):415-422, December 2019 DOI: 10.14710/jitaa.44.4.415-422 Implication of feed restriction during growth period on the growth hormone profiles and morphology ovary of quail hen (Coturnix coturnix japonica) R.T. Hertamawati 1 , E. Soedjarwo 2 , O. Sjofjan 2 and S. Suyadi 2* 1 Animal Husbandry Department, Politeknik Negeri Jember, Jalan Mastrip 164 Jember 68121 - Indonesia 2 Faculty of Animal Science, Brawijaya University, Jalan Veteran Malang 65145 - Indonesia *Corresponding E-mail:suyadi@ub.ac.id Received July 15, 2019; Accepted November 16, 2019 ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh pembatasan pakan pada profil hormon pertumbuhan dan morfologi ovarium selama periode pertumbuhan. Sebanyak 300 ekor burung puyuh umur empat belas hari dari digunakan pada penelitian ini. Program pembatasan pakan yang diberikan adalah pembatasan berdasarkan Energi Metabolisme pakan (ME) R1 = 2900 kkal / kg; R2 = 2800 kkal / kg dan pembatasan pakan kuantitatif P0 = 100% dari ad libitum; P1 = 90% dari ad libitum dan P2 = 80% dari ad libitum (n = 300). Setiap kelompok perlakuan (n = 50) terdiri dengan lima ulangan, masing- masing 10 ekor puyuh. Kadar hormon pertumbuhan ditentukan pada umur 28, 35, 42, dan 49 hari sementara morfologi ovarium diukur pada saat masak kelamin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembatasan pakan terjadi penurunan hormon pertumbuhan dan Insulin-like Growth Factor-1 secara nyata (P<0.01) akan tetapi terjadi peningkatan setelah pakan diberikan lagi secara ad libitum. Tidak ada efek signifikan yang disebabkan oleh perbedaan kandungan energi metabolisme pakan. Jumlah folikel kuning telur besar (large yellow follicle, LYF) tidak berbeda antara puyuh yang diberi pakan ad libitum dan dibatasi 90% dari ad libitum, namun pembatasan pakan secara signifikan meningkatkan jumlah folikel kuning telur kecil (small yellow follicle, SYF). Dapat disimpulkan bahwa pembatasan pakan dapat diberikan hingga 90% ad libitum dengan EM 2900 kkal / kg selama periode starter (14 hingga 42 hari) tanpa mempengaruhi morfologi ovarium puyuh Kata kunci: pembatasan pakan, growth hormone, Insulin-like Growth Factor-1, puyuh, morfologi ovary, folikel kuning telur ABSTRACT The aim of this research was to evaluate the effect of feed restriction on growth hormone profiles and ovarian morphology during the growth period. Three hundred 14-day-old quails were used. The quails were maintained on two feeding restriction programs: two dietary regimes based on metabolizable energy (ME), R1 = 2900 kcal/kg and R2 = 2800 kcal/kg, and 3 quantitative feed restriction diets, P0 = 100% ad libitum; P1= 90% ad libitum and P2 = 80%ad libitum (n=300). Each group (n=50) was processed with five replications, 10 birds in each replicate. The change in growth hormone was determined at 28, 35, 42, and 49 days of age, while ovarian morphology was determined at sexual maturity. The results indicated that feed restriction induced a significant increase in growth hormone and insulin-like growth factor-1 after re-feeding. There was no significant effect caused by the rationing of metabolizable energy. The number of large yellow follicles was not different between quails fed with Growth Hormones Profile of Quails after Restricted Feeding (R.T. Hertamawati et al.) 415