119 Tinjauan Kerentanan ... (Hizbaron, et al) Tinjauan Kerentanan, Risiko dan Zonasi Rawan Bahaya Rockfall di Kulonprogo, Yogyakarta Review of Vulnerability, Risk and Rockfall Danger Prone Zoning in Kulonprogo, Yog yakarta D.R. Hizbaron, D.S. Hadmoko, G. Samodra, S.A. Dalimunthe, dan J. Sartohadi Fakultas G eografi Universitas G adjah Mada E -mail: emmahisbaron@ gmail.com ABSTRACT This research aims at identification of spatial plan zonation in rock fall prone areas. Research method applies hazard, vulnerability and risk analysis as an input for spatial modeling using Multi Criteria E valuation (MCE ). Research reveals that in Girimulyo is susceptible towards rock fall. In the last decades, there were 16 occurrences of rock fall that impacted to physical damages. Fortunately, such disaster did not cause any harm to human life. Therefore, research argue that physical vulnerability analysis can be analyzed, while social vulnerability cannot be analyzed further, since it had less data support. A ccording to the re- search, there are more than 48 housing units located in hazard zone. H ence, local government should initiate structural mitigation to avoid further loss. Research also reveals that areas with high susceptibility will not directly consider as high risk zone, unless it has high vulnerability index. E xample: areas along escarpment, where it has high susceptibility, but it has no element at risk in the area. Thereby, research tries to present zonation for prone hazard areas, using risk index. The result is quite representative, since possible areas to be developed is anywhere alongside road network . Indication of the area is produced from the multi criteria analysis. Multi criteria analysis is an essential method to combine spatial data and its attribute. Using such method requires more data input and expertise in justifying indicator to be selected . Keywords: V ulnerability, risk , rock fall, zonation, and multi criteria evaluation. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengidentifik asi zonasi tata ruang di daerah rawan runtuhan. Metode penelitian menggunak an bahaya, k erentanan dan analisis risik o sebagai masuk an untuk pemodelan spasial menggunak an Multi Kriteria E valuasi (MCE ). Penelitian mengungk apk an bahwa di Girimulyo adalah rentan terhadap rockfall . Dalam dek ade terak hir, ada 16 k ejadian runtuhan yang berdampak pada k erusak an fisik . Untungnya, bencana tersebut tidak menyebabk an k erusak an pada k ehidupan manusia. Oleh k arena itu, penelitian berpendapat bahwa analisis k erentanan fisik dapat dianalisa, sementara k erentanan sosial tidak dapat dianalisis lebih lanjut, k arena memilik i k urang menduk ung data. Menurut penelitian, ada unit rumah lebih dari 48 terletak di zona bahaya. Oleh k arena itu, pemerintah daerah harus melak uk an mitigasi struk tural untuk menghindari k erugian lebih lanjut. Penelitian juga menunjuk k an bahwa daerah dengan k erentanan tinggi tidak ak an langsung dianggap sebagai zona risik o tinggi, k ecuali telah indek s k erentanan tinggi. Contoh: daerah sepanjang gawir, dimana telah k erentanan tinggi, tetapi tidak memilik i unsur resik o di daerah tersebut. Dengan demik ian, penelitian mencoba menghadirk an zonasi untuk daerah rawan bahaya, menggunak an indek s risik o. H asilnya cuk up representatif, k arena daerah memungk ink an untuk dik embangk an adalah di mana saja bersama jaringan jalan. Indik asi daerah dihasilk an dari analisis multi k riteria. Multi k riteria analisis merupak an metode penting untuk menggabungk an data spasial dan atribut. Dengan menggunak an metode tersebut memerluk an input lebih banyak data dan k eahlian dalam membenark an indik ator untuk dipilih. Kata kunci : Kerentanan, risik o, rock fall, zonasi, evaluasi multi k riteria.