Widyakala Journal Volume 8, Issue 2, September 2021 p-ISSN 2337-7313 DOI: https://doi.org/10.36262/widyakala.v8i2.477 e-ISSN 2597-8624 https://ojs.upj.ac.id/index.php/journal_widya/ Copyright 2021 WIDYAKALA All rights reserved 89 Implementasi Konsep Arsitektur Hijau pada Desain Pengembangan Ruang Belajar Komunal (Studi Kasus: Taman Baca Puri Anjali) Rahma Purisari 1* , Ratna Safitri 2 , Khalid Abdul Mannan 3 123 Program Studi Arsitektur, Universitas Pembangunan Jaya Tangerang Selatan, Banten 15413, Indonesia 1* rahma.purisari@upj.ac.id 2 ratna.safitri@upj.ac.id 3 khalid.abdul@upj.ac.id Received, 30 June 2021, Revised 15 September 2021, Accepted 30 September 2021 Abstract — Green architecture is an architectural design approach in producing buildings and the built environment that is balanced and wise in the use of natural resources. This concept has developed in Indonesia since IFC (International Finance Corporation) collaborated with GBCI (Green Building Council Indonesia) to create parameters in an effort to motivate buildings to achieve sustainable design and performance. In designing the Puri Anjali communal study room in Kediri, East Java, the designer seeks to implement the concept of green architecture to increase user comfort, use energy resources and land use efficiently, and minimize negative impacts on the environment. The purpose of this paper is to explain the process of designing communal spaces starting from identifying problems on the land to implementing the concept of green architecture based on GBCI parameters. In providing solutions to the design, the authors collaborate with qualitative research methods (literature studies, precedent studies, site studies and interviews) in applying the GBCI parameters and carrying out the Zeisel design process (imaging, presenting and testing), where the design process model is an iterative process. continuously (cylical/spiral). The result of this research is a communal study room development design that implements green architecture to provide a balance between the user's activities and psychology of the built environment. Keywords: green architecture, GBCI parameters, communal study space Abstrak — Arsitektur hijau merupakan pendekatan rancangan arsitektur dalam menghasilkan bangunan dan lingkungan binaan yang seimbang dan bijak dalam penggunaan sumber daya alam. Konsep ini berkembang di Indonesia sejak IFC (International Finance Corporation) bekerjasama dengan GBCI (Green Building Council Indonesia) untuk membuat parameter dalam upaya memotivasi bangunan untuk mencapai rancangan dan performa yang berkelanjutan. Dalam perancangan ruang belajar komunal Puri Anjali yang berada di Kediri, Jawa Timur ini perancang berupaya untuk mengimplementasikan konsep arsitektur hijau untuk meningkatkan kenyamanan pengguna, menggunakan sumber daya energi dan pemakaian lahan yang efisien, serta meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungannya. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menjelaskan proses perancangan ruang komunal mulai dari identifikasi masalah pada lahan hingga implementasi konsep arsitektur hijau berdasarkan parameter GBCI. Dalam memberikan solusi terhadap rancangan, penulis mengolaborasikan metode penelitian kualitatif (studi literatur, studi preseden, studi tapak dan wawancara) dalam menerapkan parameter GBCI dan melakukan proses desain Zeisel (imaging, presenting dan testing), dimana model proses desain ini merupakan proses yang berulang secara terus-menerus (cylical/spiral). Hasil dari penelitian ini adalah rancangan pengembangan ruang belajar komunal yang mengimplementasikan arsitektur hijau untuk memberikan keseimbangan antara aktifitas dan psikologis pengguna terhadap lingkungan binaannya. Kata Kunci: arsitektur hijau, parameter GBCI, ruang belajar komunal