Buletin Oseanografi Marina Juni 2022 Vol 11 No 2:139–148 PISSN : 2089-3507 EISSN : 2550-0015 *Corresponding author DOI:10.14710/buloma.v11i2.41617 http://ejournal.undip.ac.id/index.php/buloma Diterima/Received : 29-09-2021 Disetujui/Accepted : 02-04-2022 Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) Dan Kromium (Cr) Pada Kerang Hijau (Perna viridis) Di Perairan Morosari, Sayung, Kabupaten Demak Fadhel Muhammad Juharna, Ita Widowati, Hadi Endrawati Departemen Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro Jl. Prof. H. Soedarto, SH, Tembalang Semarang, 50275 Indonesia Email : fadhelmuhammadjuharna@gmail.com Abstrak Logam berat merupakan kelompok unsur logam yang memiliki berat jenis ≥ 5gr/cm 3 . Sifatnya yang mudah mengendap dan mudah tertransportasikan menyebabkan biota termasuk kerang mudah mengakumulasi logam berat. Kerang hijau (P. viridis) merupakan salah satu biota laut bernilai ekonomis dan banyak dikonsumsi masyarakat. Pencemaran logam berat dalam kerang hijau ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat timbal (Pb) dan kromium (Cr) pada air, sedimen, dan P. viridis serta mengetahui batas maksimum konsumsi mingguan oleh manusia dalam mengkonsumsi kerang hijau. Penelitian dilakukan bulan Juli- September 2020. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif. Sampel diambil dari Perairan Morosari Demak dengan metode purposive random sampling. Kemudian, kandungan logam berat sampel dianalisisi menggunakan instrumen AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer), dilanjutkan dengan analisa keamanan konsumsi menggunakan rumus MTI (Maximum Tolerable Intake). Hasil menunjukkan bahwa kandungan logam Pb lebih tinggi dibanding logam Cr dalam P. viridis dengan konsentrasi berturut-turut (3,876-4,117) mg/kg untuk logam Pb dan (0,179-0,283) mg/kg untuk logam Cr. Batas maksimal konsumsi kerang hijau yang aman dikonsumsi perminggu dari Perairan Morosari untuk individu dengan berat badan 60 kg yaitu 0,364 kg/minggu untuk logam Pb dan 4,94 kg/minggu untuk logam Cr. Sedangkan konsumsi maksimal untuk individu berat badan 45 kg yaitu 0,273 kg/minggu untuk logam Pb dan 3,705 kg/minggu untuk logam Cr. Kata Kunci : Logam Berat, Timbal, Kromium, P. viridis, Maximum Tolerable Intake. Abstract Content of Heavy Metals Lead (Pb) and chromium (Cr) On Green mussels (Perna viridis) Waterway Morosari, Sayung, Demak Heavy metals are a group of metal elements that have a specific gravity of 5gr/cm3. Its nature which is easy to settle and easy to transport causes biota, including bivalvia, to easily accumulate heavy metals. Green mussel (P. viridis) is one of the marine species that has economic value and is widely consumed by the community. Heavy metal contamination in shellfish can harm human health. This study aims to determine the heavy metal content of lead (Pb) and chromium (Cr) in water, sediment, and P. viridis and to determine the maximum weekly consumption of P. viridis. The research was conducted in July-September 2020. The research method used a descriptive method. Samples were taken from Morosari Demak waters with the purposive random samping method. Then, content of heavy metals anylyzed by AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer) instrument, followed by an analysis of consumption safety using the MTI (Maximum Tolerable Intake) formula. The results showed that the heavy metal content of Pb was more than that of Cr. The heavy metals in P. viridis for Pb ranged from (3.876-4.117) mg.kg -1 while the Cr metal had a range (0.179-0.283) mg.kg -1 . The limit safe consumption of green mussels per week from Morosari Waters for individuals weighing 60 kg is 0.364 kg/week for Pb metal and 4.94 kg/week for Cr metal. While the maximum consumption for individuals weighing 45 kg is 0.273 kg/week for Pb metal and 3.705 kg/week for Cr metal. Keywords : Heavy Metal, Lead, Chromium, P.viridis, Maximum Tolerable Intake PENDAHULUAN Pencemaran laut didefinisikan sebagai masuknya suatu benda, zat, atau energi ke lingkungan laut oleh manusia yang memberikan akibat negatif bagi kesehatan makhluk hidup dan ekosistemnya. Pencemaran laut ini dapat