Statistika, Vol. 22 No. 2, 183 - 194 November 2022 183 Pemodelan Regresi Semiparametrik dengan Pendekatan Spline Truncated pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jawa Timur Siti Aisyah Mudawamah 1 , Galuh Tyasing Swastika 2 , Risang Narendra 3 , MNH Qomarudin 4 1,2,3,4) Program Studi Matematika Fakultas Ilmu Eksakta Universitas Nahdlatul Ulama Blitar, Indonesia e-mail: sayyidahaisyah489@gmail.com , galuhtyasing@gmail.com , risang.narendra@gmail.com, haqquludin@gmail.com ABSTRAK Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah acuan yang berguna sebagai tingkat pengukuran kualitas manusia dan maju atau tidaknya suatu wilayah. Jawa Timur mempunyai jumlah penduduk terbanyak pada tahun 2021, namun hal ini tidak sebanding dengan angka Indeks Pembangunan Manusia yang rendah sehingga menyebabkan ketimpangan pembangunan. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk tujuan menganalisis faktor apa saja yang mempengaruhi angka Indeks Pembangunan Manusia menggunakan regresi semiparametrik dengan pendekatan spline truncated. Pemilihan titik knot optimum dengan menggunakan kriteria Generalized Cross Validation (GCV) minimum. Adapun hasil penelitian ini adalah model regresi semiparametrik terbaik terdapat pada 3 titik knot dengan nilai GCV minimum yaitu 0,019% serta koefsien determinasi sebesar 99,964%. Selain itu, ditunjukkan bahwa variabel angka harapan hidup, rata-rata lama sekolah, harapan lama sekolah, tingkat partisipasi angkatan kerja, dan tingkat pengangguran terbuka merupakan faktor-faktor yang memiliki pengaruh signifikan pada Indeks Pembangunan Manusia di Jawa Timur tahun 2021. Kata Kunci: IPM, Semiparametrik, Spline Truncated, GCV dan Knot. ABSTRACT The Human Development Index (IPM) is a useful reference as a measure of the level of human quality and whether or not an area is progressing. East Java has the largest population in 2021, but this is not comparable to the low Human Development Index which causes development inequality. Therefore, research is needed that aims to analyze what factors influence the Human Development Index number using semiparametric regression with a truncated spline approach. Selection of optimal node points using the minimum Generalized Cross Validation (GCV) criteria. The results of this study are that the best semiparametric regression model is found in 3 nodes with a minimum GCV value of 0,019% and a coefficient of determination of 99,964%. In addition, it can be seen that the variables life expectancy, average length of schooling, expected length of schooling, labor force participation rate, and open unemployment rate are factors that have a significant influence on the Human Development Index in East Java in 2021. Keywords: Human Development Index, Semiparametric, Spline Truncated, GCV and Knot. 1. PENDAHULUAN Pembangunan manusia adalah salah satu aspek krusial sebagai tolok ukur kemajuan suatu negara, terutama pada kualitas pembagunan di Indonesia yang tercantum pada Pancasila dan UUD 1945. Pembangunan manusia diukur dari besarnya kualitas manusia di suatu wilayah, dimana kualitas SDM yang baik membantu dalam mewujudkan kehidupan masyarakat makmur dan sejahtera yang berkelanjutan. Peningkatan SDM (Sumber Daya Manusia) digunakan untuk membagun pertahanan eksternal maupun internal. Acuan yang berfungsi dalam pengukuran SDA yaitu melalui angka IPM. Indeks pembangunan manusia menggambarkan tentang bagaimana masyarakat dengan mudah mengakses suatu hal yang berkaitan dengan Pendidikan, vasilitas Kesehatan serta lainnya (BPS, 2022). Dengan melihat angka IPM, maka akan dapat